Happy Birthday bah…

Hari ini abah ulang tahun yang ke 45, udah hampir kepala lima. Tadi pagi, sebelum berangkat gowes aku mencium tangannya. Mengucapkan selamat ulang tahun. Bilang kalau kadonya menyusul, lagi bokek, hehe. Tapi abah malah menolak, “nggak usah jar” katanya. Aku tetap memaksa untuk membelikannya kado, meskipun terlambat. Kemudian aku berangkat, abah juga menyusul. Mau lari di tri lomba juang katanya. Aku ber’ooo’ tanda mengerti.

Lalu, aku berangkat. Tahukah? Aku amat menyukai bersepeda. Berkeliling sambil melihat jalanan, orang-orang yang berlalalu-lalang, mobil dan motor yang menderukan mesinnya. Aku selalu menyukai minggu pagi, iya hanya minggu pagi, hehe. Aku berkeliling, dari rumah-tugumuda-simpang lima-tri lomba juang-simpang lima. Berkeliling sembari menunggu teman smp-ku datang. Menyenangkan, tapi juga capek, haha.

Ohiya, ada sebuah kejadian yang cukup memilukan tadi saat aku bersepeda bersama temanku. Di simpang lima tepatnya, ada seorang lelaki yang berusia sekitar 45 tahun (yap, sama seperti abahku) meninggal dunia saat sedang berolahraga. Laki-laki yang belum diketahui identitasnya itu berolahrga seorang diri. Untung polisi segera datang dan langsung melarikan korban ke rumah sakit kariadi. Besok pasti akan ada beritanya di koran.

Aku terhenyak, lalu berpikir. Kemudian aku bersyukur. Alhamdulillah, abahku masih sehat wal afiat sampai detik ini. Walaupun penyakit asam uratnya lagi kambuh, tapi keseluruhan abahku masih sehat.

Tadi aku sempat membuka buku harian lamaku. Ada sebuah catatan yang menarik bagiku.

“6 Januari 2011.

Selamat ulang tahun ya bah…

Semoga abah bisa masuk surga bareng umi

Semoga abah bisa lebih peduli lagi dengan hajar

Semoga abah panjang umur

Maaf kalau hajar ngga bisa kasih kado atau ucapan lewat telepon. Peraturan sekolah udah semakin ketat.

I love you cause Allah. Hajar rindu dengan masa kecil hajar. Saat jalan-jalan bersama, bercanda bersama, main petasan bersama. Hajar ingin dekat lagi dengan abah…”

Sederhana. Sarat makna. Aku rindu dengan kedekatanku pada abah, setahun silam. Sekarang? Kami dekat, teramat dekat malah. Kami sering bercanda, menghabiskan waktu bersama, bercerita, dan banyak hal lainnya. Ternyata kehidupan di asrama yang membuatku merasa aku jauh dari abah, hehe.

Akhir kata, aku bangga punya abah seperti abah. Abahku berbeda, itu yang membuatku bangga, mabruk ‘alal miladik ya bah 🙂

 

2 pemikiran pada “Happy Birthday bah…

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s