Hujan itu Romantis

Sore tadi hujan. Deras lalu rintik-rintik. Kemudian deras lagi, dan begitu seterusnya. Sempat terjebak di sekolah sampai jam lima bersama kedua teman dekatku. Menunggu hujan sambil bercengkrama bersama, berbagi  cerita dan kehangatan. Tentu saja ditemani lapar, haha.

Aku suka hujan, karena hujan itu romantis. Kehadirannya kadang membuat kita sinis. Namun tetap mampu berikan senyum terlukis. Duh, kok jadi puitis? Hehe. Iya, hujan memang romantis. Memecah keheningan namun tetap mengalunkan ketenangan. Titik-titik air yang menghujam tajam mampu memberikan simphoni yang serasi. Kadang, cahaya kilat yang sejenak mampir mampu memberikan kebahagiaan tersendiri. Merasa seperti sedang dipotret dengan alam.

Hujan itu romantis. Hujan datang bukan tanpa alasan, hujan datang membawa kebahagiaan dan harapan.Hujan juga selalu membawa kejutan, apapun itu bentuknya akan tetap menyenangkan. Bagi mereka yang paham seni hujan (meskipun aku sendiri tidak begitu paham). Apa namanya seni hujan itu? Rainy-logi? Entahlah aku tak mengerti apa yang kutulis barusan.

Hujan itu romantis. Hujan tak pernah diundang, selalu datang dengan bersahaja. Hujan meneduhkan perasaan. Hujan mampu membuat kita bernostalgia dengan, ehm masa lalu. Hujan juga mampu menetralkan emosi, meredakan kegalauan. Aih andai ada orang yang berwatak seperti hujan. Pasti akan lebih menyenangkan, haha *sekedar intermezzo, jangan dianggap serius 😛

Tapi tahukah? Memang hanya manusia yang tak pandai bersyukur saja yang selalu mengeluh tiap hujan turun. Menganggap hujan itu perusak. Contoh kecil saja, si Fulan yang saat itu berencana untuk pergi jalan-jalan sepulang sekolah. Namun sayangnya tiba-tiba hujan deras mengguyur. Fulan marah, lalu misuh-misuh di twitter, apdet tweet: “duh hujannya moodbreaker banget! Jadi gagal deh mau cuci mata di mall -_-“

Duhai Fulan, mungkin Allah sengaja menurunkan hujan untuk kebaikanmu dan kebaikan sejuta umat yang juga punya rencana sepertimu. Niat dari awal juga udah menyimpang kan? Jadi tolong jangan salahkan hujan.

Hujan itu romantis. Walau kadang sering membuat jemuran kita jadi lebih lama keringnya. Walaupun dapat menghentikan saluran air dan terjadilah banjir. Tapi percayalah, dibalik hujan selalu ada pelangi. Hadiah dari hujan yang paling romantis.

Terimakasih hujan 😀

5 pemikiran pada “Hujan itu Romantis

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s