Dunia Psikopat (Part 1)

Selamat datang di dunia ajaib abad 25. Disini, kami hidup tanpa keinginan. Kami bukan manusia, tapi kami robot. Kami robot yang menciptakan robot. Hidup di dunia ajaib ini sederhana saja. Jangan pernah berbuat onar maka kamu akan senantiasa hidup nyaman. Tahukah? Kami selalu diawasi dengan peralatan yang super canggih. Saat kami lahir, kami langsung diberi sebuah gelang. Gelangnya unik, karena tahan air dan tahan banting. Namanya gelang everlasting. Gelang ini diberikan gratis oleh pemerintah. Fungsinya? Tentu saja banyak. Yang jelas kami tak membutuhkan akta kelahiran, KTP, SIM, sertifikat, ijazah lagi. Karena semua data-data kami dari lahir sampai mati ada semua di gelang keren berbahan kaca ini. Yang kadang membuatku bergidik ngeri cuma satu. Kalau gelang everlasting kami paksa rusak atau lepas maka kami akan mati. Sesederhana itu. Mengerikan bukan?.

Gelang yang canggih ini semakin canggih saja karena baru-baru ini ada fitur terbaru didalamnya. Fiturnya keren gila, semacam alat pendeteksi. Jadi, kemanapun kami pergi, apapun yang kami lakukan, kami selalu diawasi. Keren kan? Karena itu akhir-akhir ini tak ada lagi yang namanya penjahat, pembunuh, penculik, dan teror semacamnya lagi. Dunia kami sempurna bukan?

Ohiya, kami juga tak membutuhkan uang di dunia super keren gila ini. Karena uang bukanlah alat pembayaran lagi. Kalau kami butuh sesuatu, kami tinggal menyuruh budak robot kami. Lagi-lagi budak robot ini pemberian gratis dari pemerintah. Bedanya, kami baru boleh menggunakannya saat umur kami sudah cukup dewasa. Oleh pemerintah, umur 15 sudah dianggap dewasa lho. Cara kerja budak robot kami mudah kok. Kalau kami butuh, tinggal tekan tombol on lalu ucapkan apa kemauanmu, dan, taraaa. Semuanya ada dalam sekejap mata. Hey, uang bukan segalanya lagi di dunia ajaib kami.

Eits, tunggu dulu. Kami memang hidup di dunia super keren canggih gila ini. Tapi perlu kamu ketahui, kami tetap manusia. Kami tetap bernafas. Jantung kami tetap berdetak. Dan kami juga akan merasakan mati suatu saat nanti. Tapi hidup di dunia ajaib seperti ini terkadang membuatku lupa kalau aku seorang manusia. Seringkali mungkin.

-bersambung-

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s