Biro Keamanan Umum (Part 2)

Perkenalkan, namaku Azuda. Umurku 20 tahun. Aku hidup di abad yang super canggih gila ini sendirian. Bukan karena tak punya keluarga, tapi aku anak tunggal. Dan aku yatim piatu. Tapi tenang, aku tak sendiri, karena ada budak robotku yang selalu saja setia padaku. Kupanggil dia Izuki. Izuki memang budak robot yang terbaik di seluruh dunia. Karena dia satu-satunya robot yang bisa memahamiku.

Baru-baru ini aku lulus kuliah, bisa dibilang kelulusanku terhitung cepat. Ya, karena aku anak yang cerdas. Aku lulus dengan nilai cumlaude. Perfecto. Sekarang, aku tak perlu sulit-sulit mencari pekerjaan. Dari sekitar 15 perusahaan yang aku datangi, 18 diantaranya menerima lamaran kerjaku. Lho kenapa bisa begitu? Karena sebelumnya sudah ada 3 perusahaan yang mewanti-wanti untuk menjadikanku sebagai direktur. Hehe, tapi tak ada satupun yang benar-benar cocok untukku. Dasar manusia.

Akhirnya, aku mendaftar di sebuah biro keamanan umum. Tentu saja aku diterima. Setelah melalui proses tes kemampuan diri dan bakat, aku dijadikan inspektur. Kau mau tau kenapa aku tertarik untuk bekerja disini? Simpel saja. Karena aku hidup sendiri.

———-

Hari ini hari pertamaku bekerja disini. Di biro keamanan umum. Aku baru saja berkenalan dengan rekan kerjaku, dia juga inspektur. Namanya Mizuko. Dari gestur tubuhnya, dia memang bukan tipikal orang yang menyenangkan. Yang kutau, aku belum pernah melihatnya tersenyum sampai detik ini. Entahlah apa yang dipikirkannya seharian ini. Karena aku masih baru disini, aku memutuskan untuk mengelilingi gedung sembari berkenalan dengan pegawai yang lain.

Setelah merasa puas berkeliling, aku kembali ke ruang kerjaku. Ada empat orang lain disana. Aku beru bertemu dengan mereka sekarang, mungkin ini waktu yang tepat untuk saling mengenal. “perkenalkan, nama saya Azuda. Saya inspektur disini” kataku sopan sembari membungkukkan badanku sedikit sebagai tanda hormat. “hahaha, lihatlah! Mana ada inspektur yang menundukkan badannya kepada para penegak seperti kita? Dia terlalu sopan” kata seseorang berambut pirang dengan gaya yang urakan. “mohon bantuannya ya, emm” kataku bingung untuk melanjutkan. “Takashi, panggil aku Takashi” potong  pria berambut pirang urakan itu. Well, aku tersenyum. Dia orang yang sungguh menyenangkan, pasti.

“hey, perkenalkan. Saya Mirashima. Cukup panggil saya Mira” satu-satunya wanita disini selain aku mengulurkan tangan dan tersenyum ramah padaku. Aku membalas jabatan tangan dan senyumnya. Dia berperawakan tinggi dan rambutnya panjang terkuncir rapi. “Ternyata masih ada wanita cantik yang mau bekerja di biro seperti ini”, batinku.

Setelah berbasa-basi dengan Mira, aku mendekati meja rekanku yang lain. “hey, senang bisa berkenalan dengan anda”, kataku hangat. Pria berbadan atletis dan berwajah dingin itu mengangkat kepalanya. “namaku Kyoushida, panggil aku Kyou”, katanya datar. Kyou langsung menundukkan kepalanya. Dingin sekali dia. Aku yang tak betah berlama-lama didekat Kyou beralih ke meja rekanku yang terakhir. Dari uban yang tumbuh di kepalanya aku bisa menebak kalau dia yang paling senior disini. Aku membungkukkan badanku, “senang bisa bekerja dengan anda”. Pria itu menyodorkan tangannya, sebenarnya bukan tangan sih, seperti besi. “saya Mitsuhiko, maaf kalau membuat inspektur takut. Semenjak ada kasus mengerikan setahun silam, tangan saya tidak sengaja tertembak lawan. Sehingga harus diamputasi dan saya ganti dengan robot tangan ini”, katanya menyenangkan seperti tidak ada kesedihan dan rasa penyesalan dalam hidupnya. Aku tersenyum, “tak apa, maafkan saya”. Aku kembali ke meja kerjaku.

Aku rasa aku akan menyukai tempat ini.

-bersambung-

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s