Sudahkah Senyum?

Aku tak jago nge-banyol? Kata siapa? Aku jago kok. Walaupun sering dibilang jayus.

Aku suka bikin candaan. Jago juga kali. Ya adalah yang bilang ngga lucu. Tapi toh mereka ketawa juga.

Hey, aku suka menghibur orang -dan menghibur diri sendiri-

Karena apa? Melihat orang tertawa, tersenyum tulus adalah hal paling ajaib yang ada di dunia ini.

Tertawa tak perlu biaya kan? Siapapun pasti bisa tertawa.

Tersenyum tak perlu energi kan? Siapapun tak akan pernah merasa capek untuk senyum.

Lagipula, “Tabassumuka, fii wajhi ahika shodaqoh”

Senyum dihadapan saudaramu itu sedekah. Senyum bro, sist. Dahsyat banget kan pahala dari senyum itu, insya Allah.

Ohiya, tadi sepulang sekolah aku dikasih senyuman sama adikku yang paling kecil. Masih unyu-unyu gitu (lebih unyu aku sih). “lho mbak pulang gasik?” katanya lucu. “iya” jawabku -sedikit malas- Tiba-tiba adikku dateng deketin aku. “ini buat mbak hajar” katanya sambil senyum, tulus lagi. Aku tertegun, ternyata adikku ngasih aku bunga. Bunga kertas warna biru. Hand made nih bunganya, bentuknya rapi juga. “makasih ya, sarah” kataku sambil tersenyum (unyu-unyu). Indah bukan? Ternyata adekku bisa romantis juga, mihihi :3

Senyummu itu sedekahmu. Senyummu itu bahagiamu. Senyummu itu penghilang penat dan peluhmu. Percaya deh sama aku, it work!

“mbak, bunganya tadi beli di sekolah. Harganya seribu dua, dua ribu dapet tiga” lanjut sarah. Aku cengengesan.

Ge-dub-rak

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s