Ti-ada-

Kalau ke’ada’an-ku masih kau anggap tiada, lantas, apakah ketiadaanku dapat kau salah artikan menjadi ada?
Entah. Bukannya aku sendiri yang bilang? Ada dan tiadanya aku tak akan berpengaruh di kehidupan kamu, kamu semua.
Berarti begini, mau aku ada kek, mau aku nggak ada kek. Aku tetap tak akan pernah ada.
Karena aku hidup dalam ketiadaan. Ketiadaan yang membuatku ada. Ada namun tiada.
Mungkin, hanya aku yang paham apa yang kutulis barusan. Sungguh, jangan pernah anggap aku ada.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s