Antara Peduli dan Sok Peduli

Kamu punya kawan kan? Kamu punya sahabat kan? Mereka -kawan dan sahabat- pasti peduli padamu kan? Tentu saja. Sudah seharusnya. Ehm, tapi tidak untuk teman. Menurutku, teman dan kawan itu tidaklah sama. Dari segi kedekatan ataupun kepekaan. Pastinya, kawan jauh jauh jauh lebih baik. Sedangkan kau teman, kau penuh topeng.

Pedulimu itu pura-pura. Pekamu itu jaim semata.

Lihatlah! Di kelas, sekolah, ataupun tempat lainnya. Kau teman, hey! Menyapaku saja tak pernah. Apalagi bertatap muka denganku, tak pernah sudi kan? Lalu dengan jahatnya, kamu sok peduli. Kamu sok bijak. Kamu sok keren. Padahal aslinya? Kamu itu ngga tau apa-apa. Kamu cuma denger kabar angin yang hampir 90% itu bullsh*t. Dan parahnya lagi, kamu sudah mempermalukanku! HAHAHA, kau puas teman?

Hey teman yang sok peduli, bukalah topeng kemunafikanmu! Aku tak butuh! Hey teman yang sok bijak sok peka, teruslah permalukan aku. Kau tau lah, mempermalukanku itu sesuatu yang asyik dan menghibur kan? Silahkan saja. Lanjutkan saja.

—————————————

“Hajar nggak boleh sedih ya”

“Hajar nggak boleh nangis”

terimakasih Panatagami! 🙂

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s