Empat Belas Kali

Semalam memimpikanmu itu benar-benar membuatku gila. Aku gila. Karena mimpi. Mimpi kamu. Lagi. Bisakah kau? Pergi dari mimpiku. Bisakah kau? Menghilang dari khayalku. Bisakah? Kali ini saja, kumohon.

Sudah keempat belas kalinya. Kamu hadir tanpa tau malu lewat mimpiku. Tunggu dulu, apa aku yang kelewat memikirkanmu? Ah, aku jadi bingung.

Aku benci kamu. Hadir di mimpiku. Lagi.

Aku benci kamu. Benci.

Itu mulutku tadi yang bicara. Bukan hati. Entah.

Aku jadi makin bingung.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s