Lima Belas Kali

Oke, kalian yang membaca pun pasti sudah bisa menebak. Mimpi yang sama, untuk yang kesekin kalinya. Tokohnya hanya aku dan dia. Untungnya, kali ini aku tidak terlalu ingat dengan mimpinya. Syukurlah. Yang kuingat hanya, kami -aku dan dia- bertemu dalam suatu acara dan saling mengobrol. Kami terlihat akrab. Memang, untuk orang yang sedang menjalin cinta, kenyataan akan jauh lebih indah dibandingkan dengan mimpi. Namun untukku, sebaliknya. Aku kan bukan cah cinta.

Satu lagi, tolong jangan menatapku dengan tatapan iba, aku tidak suka itu. Karena lusa kemarin, kamu melakukannya. Padaku.

Aku sanggup, kok. Aku benar-benar sanggup memasukkan namamu dalam blacklist-ku.

Satu pemikiran pada “Lima Belas Kali

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s