Kecewa

“Aku ngga marah, aku hanya kecewa.”
Eh tunggu dulu, bukankah kecewa jauh lebih menyakitkan dibanding marah? Iyakan? I think. Kalau aku sih lebih ngerasa sedih kalau ada orang yang kecewa dibandingkan marah padaku. Beneran. Karena kecewa itu pasti datangnya dari hati. Kalau marah memang bisa juga dari hati, tapi lebih ke emosi.

Dan, kali ini aku dikecewakan. Rasanya mau muntah. Ditambah, aku dikecewakan oleh orang yang jarang sekali bisa membuatku kecewa. Parah, sekarang aku bener-bener muntah.

Mematahkan janji itu sesulit mempertahankan prinsip. Bagiku, tapi tidak bagimu. Well, aku paham. Kamu memang butuh suatu kepastian. Dan benar, kepastian itu datang. Baru-baru ini kamu dapatkan kepastian. Dan kamu senang. Aku yang kecewa.

Kamu tau? Aku sudah terlanjur kecewa padamu. Dan kecewa akan tetap kecewa namanya sampai kapanpun.

Sebagai pelajaran saja, aku tak akan pernah percaya lagi dengan janji-janji yang sama walau dari orang yang berbeda. Itu sekedar janji gengsi.

Tapi aku, aku akan selalu memegang teguh janjiku.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s