Titik Jenuh

Pikiran kosong. Raga mudah lelah. Jiwa gelisah gundah. Serba salah. Mati sajalah.

Duhai titik jenuh, tak bisakah kau hadir di epilog cerita? Karena sekarang saja, prolog masih nol nol nol nol koma sekian.

Duhai titik jenuh, jangan mendidih dulu. Tetaplah hangat, tetaplah stabil.

Duhai titik jenuh, suatu saat aku akan merindukanmu. Tapi bukan sekarang. Kumohon, menjauhlah.

Duhai titik jenuh, tidakkah kau paham? Tidakkah kau merasa kasihan?

Duhai titik jenuh, pergilah jauh-jauh. Aku jenuh melihatmu!

Terakhir! Duhai titik jenuh, tetaplah untuk acuh tak acuh. Padaku.

4 pemikiran pada “Titik Jenuh

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s