Tulisan Picisan

Tiada hingar dan bingar. Tiada penerang juga bintang. Tiada binatang apalagi orang. Hanya, kita. Kamu. Aku. Seolah-olah. Begitu.

Tiga ratus enam puluh lima hari yang lalu. Anggap saja, aku pun lupa. Kita bertemu, bercengkrama, bercanda. Bukan memadu kasih, hanya banyak bicara juga tertawa. Itu pun tak sengaja. Untuk selanjutnya, selalu ada pertemuan-pertemuan lain yang tentunya disengaja namun aku malas membahasnya.

Malas? Kenapa? Entahlah. Hanya saja, aku rasa tak ada yang perlu diceritakan lagi. Intinya aku lelah. Juga jijik.

Lelah karena, semua yang kulakukan adalah sia-sia semata. Membuang waktu, menabung rindu, menambah semu.

Jijik karena, mengingatnya. Mengingat aku pernah merindu, menggalau, bahkan menangis. Itu idiot.

Ah, dasar anak muda.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s