Azizatun

Mungkin ini jadi alasan, kenapa abah sama umi memberikanku nama azizatun di tengah hajar dan niswah. Karena mereka ingin aku menjadi wanita yang perkasa, tangguh, tahan banting, nggak cengeng, nggak manja.

Waktu sholat idul adha kemarin, (tumben) aku sholat di tempat yang sama dengan masjid dimana abah yang menjadi khotibnya. Sepertinya abah memang sengaja memilih topik yang banyak menceritakan kisah tentang perjalanan hidupnya Siti Hajar. Abah terlalu sayang padaku, makanya, beliau ingin menasehatiku lewat materi yang disampaikannya.

Abah menceritakannya secara detail. Dimulai dari Siti Hajar yang tadinya bekerja sebagai budak yang kemudian diperistri oleh majikannya sendiri, nabi Ibrahim. Sampai saat dimana Siti Hajar menangis sesenggukan namun penuh keridhoan karena harus berpisah dengan anak dari darah dagingnya sendiri, nabi Ismail. Yap, apalagi kalau bukan karena nabi Ibrahim mendapati perintah dari Allah untuk menyembelih anaknya sendiri. Setelah itu, barulah abah menyampaikan isi materi yang benar-benar berisi idul adha.

Sesampainya di rumah ternyata benar. Abah bilang, “tadi dengerin nggak waktu abah jadi khotib?” Aku tersenyum sambil mengangguk. Lalu, adikku si Nisa mengejek. Dasar, cemburu aja bisanya, batinku dalam hati. Kekeke.

*kembali fokus pada topik*

Jadi, Hajar berarti Siti Hajar, Azizatun berarti kuat, perkasa, gagah, Niswah berarti perempuan, wanita. Kalau digabung menjadi, perempuan yang perkasa layaknya Siti Hajar. Itulah maksudnya. Macho kan? Kekeke.

Well, aku sangat senang punya nama azizatun di tengah-tengah nama lengkapku. Paling nggak, kalau aku lagi nge-drop atau sedang dalam kondisi yang kurang bahagia, aku selalu inget nama tengahku ini. Kamu kudu kuat, Jar! Kamu nggak boleh cengeng, Jar! Kamu harus bahagia terus! Kamu itu perempuan tangguh! Mungkin begitu cara hatiku memotivasi.

Ada sih yang lain, tapi terlalu beban juga kalau dipikir. Seperti kalimat yang satu ini, “Dunia ini terlalu hina untuk ditangisi.”

Selamat malam, bagi jiwa-jiwa yang perkasa! 😀

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s