Marah

Seperti ingin menangis sambil membanting sesuatu semacam kursi kayu, mungkin. Seperti ingin teriak sampai merusak gendang telinga semua penghuni rumah. Seperti ingin memukul kepala sendiri ke tembok sampai berdarah, kalau bisa pecah. Seperti inilah rasanya marah. Marah yang benar-benar marah.

Tapi pada akhirnya, apa yang benar-benar kamu lakukan saat marah? Aku hanya, berbaring sambil menulis banyak kata-kata busuk yang ingin sekali kukatakan tapi tetap saja aku tak sanggup mengatakannya. Ditambah, berbicara sendiri hingga kadang menitikkan air mata, kadang sambil tertawa. Tak ada manusia yang bertindak rasional ketika marah kan?

Karena marah selalu butuh pelampiasan. Itulah kerasionalan marah yang sesungguhnya.

Aku, yang sedang marah.

4 pemikiran pada “Marah

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s