Pengagum Rahasiamu

Hai, kenalkan! Aku pengagum rahasiamu.

Aku masih ingat, aku pernah melihatmu membaca quran di bawah pohon rindang di sudut jalan. Wajahmu khusyuk sekali, sampai-sampai aku yang sedang mengendarai motor enggan berpaling. Hehehe.

Aku masih ingat, saat aku menjadi salah satu dari sekian makmum sholat maghribmu. Sungguh, aku merasa nyaman mendengar merdunya bacaan surat dalam sholatmu. Hingga tak sadar aku senyum-senyum sendiri. Hehehe.

Aku masih ingat, akhir-akhir ini kita sering berpapasan di jalan. Barulah aku ingat, dulu aku pernah menanyakan dimana rumahmu. Ternyata rumah kita searah, pantas sering bertemu. Hehehe.

Aku masih ingat, waktu kita hampir saja bertabrakan di persimpangan jalan. Jarak kita dekat sekali bukan? Untungnya kita tidak bersentuhan. Kamu tahu? Wangi parfummu sampai sekarangpun masih kuhafal betul gara-gara kejadian itu. Hehehe.

Aku masih ingat, ketika kamu bertutur, ketika kamu tersenyum. Wajahmu, aih, teduh meneduhkan. Wanita waras manapun pasti akan terpana melihatmu tersenyum sederhana. Hehehe.

Ohiya, aku jadi ingat. Aku harus banyak-banyak ghadul bashar, ding. Biar kayak kamu, iya, kamu. Hehehe.

Tetap jadi seorang yang menjadi alasan untuk aku kagumi ya!

12 pemikiran pada “Pengagum Rahasiamu

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s