Jadi, Apa yang Kamu Bawa?

Aku datang tergopoh-gopoh sembari mataku menelusuri tiap sudut ruangan. Luas, terlalu hingar. Hingga akhirnya aku menemukanmu. Kamu sedang bersandar, bosan. Kemudian aku menghampirimu.
“Kamu terlambat sekali,” katamu.
“Antrian bensin malam ini panjang sekali, maaf ya!” jawabku apa adanya.

Hening. Ada banyak kata yang terserak di kerongkongan.

“Jadi, apa yang kamu bawa?” katamu sambil melihatku dengan mimik, ini anak udah terlambat nggak bawa apa-apa lagi.
“Emm, kamu nggak bisa lihat?” jawabku dengan mimik, masak sih kamu nggak bisa lihat apa yang aku bawa?

Hening. Kamu sejenak berpikir sambil mengamatiku serius.

“Aku bawakan rindu yang teramat untukmu.”

Lirihku dalam hati.

9 pemikiran pada “Jadi, Apa yang Kamu Bawa?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s