Angin Daratku

Malam ini hanya terdengar riuhan ombak dan hati yang saling menyaut. Aku berdiri disini, di ujung batas. Berdiri sambil berharap, akankah ada apapun yang akan datang menghampiriku? Berharap kemudian sepi. Karena yang kutemui hanyalah semu.

Tiga jam sebelum tengah malam, aku masih berdiri dalam batas. Melamun. Menunggu. Aku hampir hilang harapan sampai akhirnya, kamu datang.

Kami bertemu. Membuatku nyaman. Lalu esok pagi kamu hilang. Begitupun seterusnya. Tapi aku tidak pernah bosan melakukannya. Berharap, menunggu, hingga akhirnya kamu datang. Tidak ada hal yang lebih baik selain menghabiskan waktu bersama sesuatu yang membuat diri sendiri nyaman bukan?

Terima kasih, angin daratku.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s