Sebuah Pertanyaan

Jakarta hujan, Jakarta kebanjiran. Aku tidak peduli mau Ahok bilang ada sabotase, atau Ultraman dan Godzilla lagi asyik main keceh-kecehan sembari bertarung, ataupun rumah Saiful Jamil di Kelapa Gading yang kebanjiran ramai diperbincangkan di info seputar selebritis.

Orang bilang kamu boleh tidak peduli akan keadaan sekitar kalau sedang dibutakan cinta. Mungkin itu alasannya. Aih aku macam Layla saja yang menjadi majnun karena Qais. Tapi itu berlebihan, aku hanya buta, belum menjadi majnun.

Tunggu dulu, kenapa orang lebih memilih menjadi gila dibutakan cinta ketimbang menjadi peduli?

Aku belum bisa melanjutkannya kalau belum ada yang menjawab pertanyaanku.

Note: ini merupakan tulisan bertema yang saya lakukan dengan Reye (bukan cuma wajahnya saja yang rupawan,tetapi tulisan-tulisannya sangat rekomen untuk dibaca: https://reyndezvous.wordpress.com/) dan perlu diketahui tema kali ini saya yang putuskan tapi malah saya yang kebingungan mau menulis apa. Saya sedang krisis inspirasi, maaf. Huhuhuhu.

4 pemikiran pada “Sebuah Pertanyaan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s