Entah Mimpi yang Kesekian

Dua mimpi terakhir tentangmu adalah pertanda bahwa kamu datang memang untuk pergi. Masih kuingat betul betapa ketusnya kamu berbicara pada orang lain tentangku. Eh, tentang kami.

“Kalau dekat, memang harus berarti aku menyukainya ya?” Ujarmu sambil menatap orang yang menanyakan perihal kedekatan kita tiga tahun terakhir.
“Nggak harus kan?” Tanyamu sambil membalikkan muka ke arahku. Meminta kepastian. Uh, aku tahu raut wajahmu itu menginginkan jawaban apa.
“Iya, benar apa katanya. Kami dekat bukan berarti kami suka. Hahahahaha.” Aku tertawa lepas. Apakah kamu puas? Hatiku seketika kebas.

Aku terbangun dan air mata membasahi pipi. Terasa menyesakkan.

Pergilah, pergilah dari mimpiku. Sudah cukup kamu hadir dan menghiasi mimpiku setahun terakhir. Seperti dua tahun yang lalu dimana kamu pada akhirnya menghempaskanku, di mimpiku ini pun kamu melakukannya.

Note: Menjawab tantangan dari pemilik blog https://reyndezvous.wordpress.com/ kutunggu tema dari pemilik blog http://justoneside.blogspot.com/ !

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s