Surat Sakit

Teruntuk seorang yang sedang merasakan sakit yang teramat sakit.

Hai, apa kabar? Wajahmu terlihat agak murung dua pekan terakhir. Bukan, bukannya aku tidak peduli, hanya saja, aku terlampau takut untuk sekadar menanyakan kondisi hatimu. Karena dulu, setiap aku bertanya, kamu selalu menjawab selalu baik-baik saja. Selalu.
(Sepertinya kamu dan aku memiliki kesamaan dalam hal ini, hahaha)

Barusan aku membacanya, ya, tentang tulisanmu. Jika memang definisi sakit yang kamu tuliskan seperti itu, kini aku tahu bahwa sakit itu teramat sakit. Sebegitu sakitnya hingga aku terlampau tidak tahu apa obat yang cocok untukmu.
(Atau mungkin, kita sama-sama sedang mencari obat yang sama? Hahaha)

Entahlah, saat membaca tulisanmu aku sama sekali tidak terkejut, karena diammu selama ini menjelaskan begitu banyak hal bagiku. Kamu tidak pernah baik-baik saja saat kamu sedang diam. Tidak pernah. Sama sekali.

Hei, sepertinya kita memiliki keresahan yang beda tipis.

Aku pernah merasa tidak didengar, tidak dianggap, hanya dimanfaatkan, dibicarakan buruk, dan hal menyedihkan lainnya. Aku pernah, tapi aku memutuskan untuk tidak lagi peduli. Karena apa? Semakin kita memikirkannya, maka akan semakin berlarut kemelaratan yang akan kita rasakan.

Dan,

Dari tidak pedulilah aku belajar, bagaimana caranya menghargai orang yang sedang berbicara walaupun pembicaraannya hanyalah sampah belaka, bagaimana caranya mengatasi rasanya ocehanmu terabaikan dengan bersikap ah sebodo amat lah yaw mending gue diem, bagaimana caranya berpikir bahwa kamu bukan sedang dimanfaatkan, hanya sedang mencari lebih banyak pahala, bagaimana caranya menganggap hal-hal buruk tentangmu yang keluar dari mulut orang lain tidak lebih karena iri semata.

Memang tidak mudah, tapi setelahnya kamu akan terbiasa untuk berpura-pura. Bahkan kepura-puraanmu dianggap mereka sebagai wajah aslimu. Keren kan?

Tahukah kamu bahwa sebenarnya aku seperti itu? Jangan pernah menganggap aku orang baik-baik. Kamu salah menilaiku, kawan.

Dan terakhir untukmu, semoga lekas sembuh!
(Kamu boleh menganggap ini sekadar pura-pura atau sungguhan, kok)

Menjawab tantangan dari pemilik blog https://reyndezvous.wordpress.com/, ayok pemilik blog http://justoneside.blogspot.com/ buruan posting, tumben kali ini aku yang pertama, ahaha, tapi tetap aja telat dari deadline. Terima kasih Reye, kamu membuatku pusing bukan main memikirkan tema “sakit” yang kamu berikan. Kutunggu tema dari Yobel!

Jangan dianggap serius, jelas-jelas judulnya saja surat sakit, yang membuatnya pastilah sakit jiwa.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s