Rindu Sendu

Tanah yang gersang membutuhkan air untuk kembali subur. Sesedikit apapun tulisan membutuhkan perasaan di dalamnya. Jadi, bagaimanalah aku bisa menulis soal cinta kalau keseharianku berlalu tanpa ada rasa? Sudah kucoba menulisnya, tapi selalu berhenti bahkan sebelum akhir cerita.

“Buat aku jatuh cinta agar aku dapat merangkai kalimat cinta. Buat aku galau setengah mati agar aku bisa menguntai kata sendu.” (Ditulis 1 Juli 2013)

Maaf karena belum bisa memenuhi janji, bagiku, menulis sesuatu tanpa merasakannya begitu sulit. Sesegera mungkin aku tulis! Bersabarlah!

Aku merindukan senduku…

2 pemikiran pada “Rindu Sendu

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s