Semua Akan Indah Pada… hal Mah Kagak

Entah siapa yang pertama bikin kalimat dari judul di atas, tapi kalimat itu cukup membuat saya terpingkal-pingkal dan mengangguk setuju. “Ini gue bangetlah pokoknya,” adalah respon kata hati saya sesaat setelah membacanya dan juga respon dari sejuta umat lainnya, mungkin.

Semua yang indah-indah itu kan fana, jadi ngapain harus ditunggu timingnya? Sebagai seseorang yang realistis saya nggak pernah berharap sesuatu yang indah akan terjadi dalam kehidupan saya. Karena indah itu cukup dengan direalisasikan, bukan hanya sekedar ‘akan’. Kalau membayangkannya, sebagai seorang manusia mainstream tentu saya sering melakukannya.

Membayangkan punya kerja yang bagus dengan gaji besar, suami tampan, sholeh, romantis, dan tajir tujuh turunan, anak-anak imut, lucu, manut, rumah yang ada kolam renang sama ring basket, dan masih banyak lagi. Eh tapi hanya membayangkan, kalau sampai berpikir bakal terjadi, itu jelas nggak realistis buat saya kalau saya nggak ngelakuin apa-apa. Dan lagipula, saya merasa kalau apa yang saya bayangkan yang sebenarnya saya harapkan itu ketinggian. Jadi jatuhnya di sini itu kayak bukan realistis, tapi pesimis.

Eh tapi pesimis nggak akan pernah saya rasakan kalau saya nggak realistis. Sayangnya saya realistis. Jadi kata-kata indah pada waktunya itu menurut saya nggak realistis, karena masalah waktu cuma yang Maha Tahu aja yang tahu. Tapi tetap, yang namanya indah itu selamanya relatif.

Mencintaimu akan indah pada… hal da aku mah apa atuh, hanya serpihan rempeyek yang sudah digotong semut-semut di bawah meja makan. Blas ora ketok.

Ki sakjane opo sih…

20 pemikiran pada “Semua Akan Indah Pada… hal Mah Kagak

  1. Kalau saya sih… biasanya apa yang saya bayangkan itu jarang yang jadi kenyataan. Jadi saya pikir saya sebaiknya berusaha untuk bahagia dengan apa yang saya miliki, sambil sedikit-sedikit berusaha untuk menjadi apa yang saya bayangkan :hehe.

  2. Keren jaree, kata kata mu. Sumpah keren banget. Semenjak udah kuliah, kalimatmu lebih jadi berisi. Aku copy yak tulisan yang ini.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s