Aku, Teman Tercantikmu

“Kamu jadi ikut konser bareng doi?” tanyaku lewat pesan singkat.
“Jadi, nanti habis isya aku kesana. Kamu?” balasmu cepat.
“Oke! Ini aku udah mau berangkat kok, have fun ya!” balasku lima menit setelahnya.

Pembuka konser yang menggelora datang dari lagu Kita Selamanya yang dinyanyikan  Bondan ft Fade to Black. Aku masih bersama teman-temanku, bernyanyi sambil melompat dengan semangat. Di tengah-tengah lagu, tiba-tiba saja hpku berdering.

“Kenapa?” tanyaku.
“Kamu di…,” balasmu bertanya balik.
“APAAA? Nggak denger, putus-putus,” jawabku sedikit mengencangkan suara.
“KAMU DIMANA?” tanyamu lebih keras.
“Aku di depan panggung, kenapa?” jawabku lalu bertanya.
“Coba kamu ke tengah lapa… …rang,” katamu.
“APAAA? Coba dikerasin suaranya, masih nggak denger,” kali ini nada bertanyaku lebih tinggi.
“KE TENGAH LAPANGAN SEKARANG!” jawabmu terdengar kesal. Lalu terputus.
“Oke..” responku entah ke siapa.

Tidak sulit mencarimu karena postur tubuhmu yang tinggi dan kurus bak tulang-belulang yang sedang berjalan. Aku langsung menghampirimu sambil melambaikan tangan dan menyipitkan mata.

“Doi mana?” tanyaku tanpa basa-basi.
“Doi siapa? Yang mana?” yang ditanya malah balik bertanya.
“Dasar playboy… doi yang kamu ceritain lusa lalu,” balasku mengejek.
“Oh, emang aku cerita ya mau ajak doi ke sini?” tanyamu cuek.
“Mmm, nggak sih. Terus ngapain di sini?” balasku lalu bertanya basi-basi.
“Ya nonton konserlah, ngapain lagi? Cerewet!” jawabmu ketus sambil memegang ujung lengan bajuku, kemudian menarikku dengan paksa.
“Eh mau kemana? Jangan main tarik dong!” aku kesal.
“Sini duduk, nggak capek berdiri terus? Nggak haus ngoceh terus? Bentar aku beliin minum sama camilan. Just stay here.” sambil berbicara kemudian berlalu.

Aku melongo. Hei, kamu salah minum obat hari ini? Sok keren banget, tumben.

Kemudian malam berlalu dengan syahdu. Nyayian Glen menemani ketidakjelasan kami. Ketidakjelasan yang hangat dan menyenangkan. Melihatmu dari sisi yang lain ternyata mampu membuatku bahagia. Juga berbunga-bunga.

Dan entah kapan jantung ini mulai berdegup hebat malam itu. 

Hei kamu,
Sosok yang bahkan sejenak terlintas dalam pikirku saja tidak, tiba-tiba hadir dan membuatku merasa menjadi pecinta seutuhnya dalam semalam.

Kamu, yang menganggapku sebagai teman tercantikmu. Terima kasih karena sudah membuatku merasa seperti seorang putri malam itu.

Sedikit cerita tentangnya,

Seseorang yang luar biasa cuek setengah mati, yang selalu ngejauh tiap di deketin, dan selalu ngedeket tiap dijauhin. Tipikal pendengar yang baik, berpenampilan kurang menarik apa adanya, dan suka menghibur saya. Jarang menanyakan kabar, sekalinya nanya pasti sekalian ngajak nonton. Ya, sudah hampir tiga tahun saya jadi ‘temen nonton-zone’nya dia. Sekian.

Mengikuti tantangan #FiksiBuatPacarku dari @KampusFiksi

7 pemikiran pada “Aku, Teman Tercantikmu

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s