Teori Pengungkapan Diri

Oke, Kamis lalu saya ada mata kuliah KAP (Komunikasi Antar Pribadi), kuliah sebelum-sebelumnya saya belum merasa tertarik mempelajarinya, terlebih lagi melihat bukunya yang tebal dan full inggris hadeuh tetapi Kamis kemarin mata kuliah KAP terasa berbeda! Iya, asyik banget kemarin (mungkin juga karena efek dosennya yang ganti dan dosennya asyik kalau lagi jelasin).

Jadi materi kuliah KAP kemarin itu soal relationship development, di situ, ada salah satu teori yang membuat saya tertarik begitu masnya menjelaskan. Yap, teori itu adalah teori pengungkapan diri atau self disclosure theory. Sedikit pengertian, self disclosure theory adalah keterbukaan diri sebagai strategi penting dalam pengembangan hubungan, karena jika kita terbuka pada orang lain, maka orang lain juga akan terbuka pada kita.

Berikut beberapa hasil penelitian Sidney Jourard yang menarik perhatian saya,
– keterbukaan meningkat ketika hubungan semakin akrab
– keterbukaan meningkat seiring dengan kebutuhan untuk mengurangi ketidakpastian (teori ketidakpastian juga termasuk salah satu teori dari relationship development, lho)
– keterbukaan cenderung bersifat timbal balik
– wanita cenderung lebih terbuka dibandingkan pria (perlu digarisbawahi)
– wanita lebih terbuka pada individu yang mereka sukai, sedangkan pria lebih terbuka pada orang yang mereka percayai (ini juga perlu digarisbawahi)

Kenapa digarisbawahi? Karena hasil penelitian Pak Jourard ini benar sekali dan bikin saya senyum-senyum sendiri (dan pada akhirnya banyak teman-teman saya -cewek tentunya- yang curhat terselubung sama masnya karena materi ini erat banget hubungannya soal pacar ahaha). Iya, cewek kalau nggak terbuka rasanya bukan cewek. Halo, kamu cewek dan kamu nggak suka curhat? Rasanya ada yang kurang dan jarang ada cewek model begitu. Kayaknya emang sudah kodratnya kalau cewek itu mudah kepancing untuk curhat. Lalu statement yang kalau wanita lebih terbuka pada individu yang mereka sukai rasanya saya sedikit tidak setuju Pak Jourard. Karena saya tipikal orang yang mau terbuka pada orang yang saya percaya. Tapi kan namanya cewek kalau udah percaya sama orang dia juga bakal suka sama orangnya. Jadi Pak Jourard tetap benar sih ahahaha.

Kalau cowok? Iya ini yang saya heranin dari dulu. Kenapa cowok bisa ya jarang banget ada yang terbuka? Cowok cenderung lebih suka memendam (hasil mengamati kakak dan adik yang cowok dan sudah puber) apa yang sedang dipikirkan atau diresahkan. Apa karena lingkungan di sekitar kita yang cenderung punya stigma kalau cowok yang comel atau cerewet itu nggak bisa dibilang cowok? Atau memang sudah dari sananya begitu? Aih cowok memang rumit.

Pantes aja tiap ada cowok yang mau curhat pasti sebelumnya bilang, “tapi tolong jangan beritahu siapa-siapa ya!” Ahahahaha.

9 pemikiran pada “Teori Pengungkapan Diri

  1. Mungkin karena cowok lebih dibiasakan untuk menyelesaikan masalah sendiri ya, jadi akan terlihat tidak biasa kalau ada cowok yang bercurhat ria sama orang lain :hehe. Dan memang sih, kalau lebih akrab, pasti lebih percaya, jadi curhatnya juga bisa lebih lancar terlaksana :hehe.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s