Kopi vs Susu

“Kenapa di kedai kopi lagi sih? Bosen tau,” pertanyaan sekaligus pernyataan yang langsung aku ajukan begitu duduk berhadapan denganmu.
“Kenapa nggak?” jawabmu singkat dan itu membuatku kesal.
“Aah! Kenapa penikmat kopi itu keras kepala sekali ya?” gerutuku sambil memonyongkan bibir. “Aku kan udah sering bilang kalau…”
“Kalau kamu nggak suka kopi apalagi kopi hitam karena aromanya yang bikin kamu mual?” potongmu. “Tapi kan di kedai ini nggak cuma ada kopi, kamu tau itu kan?” lanjutmu.
“Tapi..” sergahku.
“Mas, mas, kopi hitam sama susu coklat oreo masing-masing satu ya! Kopinya panas, susunya pake es,” potongmu untuk yang kedua kalinya, kali ini sambil memesan pada pelayan yang kebetulan lewat.

Aku makin kesal.

“Hei, selain keras kepala, penikmat kopi ternyata suka seenaknya sendiri ya!” sindirku secara tak langsung padamu.
“Ya,” responmu singkat. “Tapi kamu tau nggak kenapa aku suka kopi hitam?” kamu malah bertanya.
“Ooh, selain keras kepala, suka seenaknya sendiri, ternyata kamu juga suka mengalihkan pembicaraan. Dasar!” jawabku yang bukan sebuah jawaban karena aku masih kesal.
“Kamu tau nggak kenapa aku suka kopi hitam?” tanyamu untuk yang kedua kalinya dengan mimik yang masih sama.
“Dasar keras kepala!” gerutuku dalam hati. “Nggak tau dan nggak pengen tau kenapa,” ketusku, tidak peduli.
“Karena kopi hitam itu pahit,” jawabmu singkat tanpa memperdulikan wajahku yang masih saja kesal.
“Kalau pahit kenapa suka?” tanyaku tidak terlalu tertarik pada bahasanmu.
“Ya karena menikmati kopi hitam sama seperti menikmati hidup. Keduanya sama-sama pahit, tapi biar bagaimanapun kamu harus menikmatinya,” jelasmu.

Aku tidak setuju.

“Kenapa harus dinikmati pahit-pahit kalau kamu bisa menambahkan susu atau gula di dalamnya? Sama seperti hidup yang katamu pahit, apa kamu harus telan pahit-pahit dan mencoba untuk tetap menikmati walaupun kamu tau itu.. pahit?” responku panjang lalu balik bertanya.
“Pecinta susu memang tidak akan pernah bisa mengerti isi hati penikmat kopi,” jawabmu ketus karena tidak suka dengan responku yang seolah-olah menjatuhkan harga diri penikmat kopi.
“Begitupun sebaliknya, Fred.” Belaku dalam hati.

Kami saling diam sampai pesanan kami datang. Dan muncullah ide begitu segelas es susu coklat oreo tersaji di hadapanku. Aku menahan tanganmu yang sedang menyentuh cawan.

“Jangan diminum dulu,” kataku.
“Kenapa?” tanyamu.
“Mari bertukar minuman. Aku ingin mengerti isi hati penikmat kopi,” jelasku

Kamu mengernyitkan dahi kemudian mengangguk.

Aroma kopi hitam yang kuhirup sudah buatku mual bahkan sebelum bibirku menyentuh bibir gelas. Aku memutuskan menutup hidungku kemudian meminumnya beberapa teguk. Kamu tertawa melihat tingkahku sambil mengaduk segelas es susu coklat oreo.

Lagi, kami saling diam. Saling memahami dalam diam setelah menyesap minuman.

Catatan: jadi tergerak menulis cerita setelah membaca ini: https://reyndezvous.wordpress.com/2015/04/19/espresso/. Ya karena saya pecinta susu bukan penikmat kopi. Hidup susu!

22 pemikiran pada “Kopi vs Susu

  1. Tapi mereka berdua saling mengerti, dan itu dalam banget maknanya :huhu (yang masih terhanyut akan ceritanya :hehe).
    Saya suka dengan bagaimana tokoh ceritanya bersikap mirip dengan hakikat kopi dan susu :hehe.

  2. saya bukan pecinta kopi, hanya sesekali, ada satu merk kopi yang bila mencium aromanya saja perut terasa kembung. saya bukan pecinta susu, minum sesekali saja, walaupun manis terkadang bikin eneg juga. tapi apapun itu, cerita kopi susu ini memang enak dinikmati.
    salam kenal

      • Apa karena pahit dek? Kan ad yg manis :3
        *maksa kayak karakter diatas.hhu
        Yahh pilih kasih, masa coklat doang. Itu mah coklatnya bukan susunya :p

      • Bukan cuma pahit kak Ris, tapi aroma dan rasa yang menyengat bikin mual dan eneg wkwkwk. πŸ˜€
        Yaaa nggak papa dong kalo suka coklat doang kak, kan tetep susu πŸ˜›

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s