Adik Pertama, Umar

Semua cerita di postingan ini tentang Umar, adik pertamaku.

Muhammad Umar Saifulloh, lahir dua tahun setelah aku lahir. Sebenarnya Umar bukanlah adik pertamaku, melainkan kedua. Sebelum melahirkan Umar, umiku sudah mengandung tetapi Tuhan berkehendak lain, adikku yang masih berbentuk janin itu gugur. Iya, umiku pernah keguguran satu kali.

Umar adalah orang pertama yang menyebutku “mbak”. Dulu, aku masih dipanggil “kakak” seperti kakakku, tapi karena setiap Umar memanggil “kak” aku dan kakakku sama-sama menoleh, Umar jadi kesal. Akhirnya Umarlah yang memutuskan untuk memanggilku “mbak”. Jujur saja, aku lebih menyukai dipanggil “kak” ketimbang “mbak”. Tapi Umar ngotot untuk selalu memanggilku “mbak” sampai sekarang. Huft.

Umar semasa kecil adalah adik yang menyenangkan. Umar sering mengajakku bermain, entah itu sepak bola, memanjat pohon, kembang api, bahkan sampai main kakak-adikan pernah kami lakukan. Entah karena terlalu polos atau bodoh, padahal aku dan Umar kan memang kakak-adik beneran. Kalau lagi main sepak bola, aku pasti jadi kiper, gawangnya dibikin cuma dari dua gelas plastik, dan Umar akan menendang bola dengan arah yang asal-asalan dengan tubuh gempalnya juga pipi chubbynya yang terus bergoyang. Umar semasa kecil memang lucu, senyumnya menggemaskan, gigi serinya ompong, punya suara dan tawa yang lucu didengar.

Umar yang lagi dipangku Umi
Umar yang lagi dipangku Umi

Kami berdua disekolahkan di sekolah yang sama. Jadi, setiap pagi kami selalu berangkat bersama-sama, entah itu diantar abah dengan motor, ataupun naik mobil antar-jemput dengan abah juga yang menjadi supirnya. Setiap naik mobil antar-jemput, Umar selalu duduk di sebelah abah, berbagi cerita dengan abah sampai Umar ketiduran. Di sekolah, aku dan Umar jarang melakukan kontak langsung, tapi kami pasti selalu bertemu saat jam makan siang. Bukan karena kami makan bersama, melainkan karena memang makan siang kami diantarnya siang-siang.

Umar semasa kecil tidak jauh berbeda dengan Umar yang sekarang. Sifatnya masih kekanak-kanakan. Itu sebabnya adik-adik Umar suka sekali bermain dengan Umar, Umar masih sering melakukan hal-hal aneh dan kekanak-kanakan yang seringkali buatku tertawa. Hal-hal aneh yang dilakukan Umar di rumah kalau sampai aku kasih tahu ke gebetan-gebetan atau teman-teman perempuan Umar pasti mereka semua akan langsung ilfeel, ahahaha.

Salah satu kegilaan Umar, Umar yang pakai kerudung putih ahaha
Salah satu kegilaan Umar, Umar yang pakai kerudung putih ahaha

Kadang Umar juga suka nggak tahu diri jadi adik. Nyuruh-nyuruh aku ngerjain tugas-tugasnya. Ini beneran, apalagi tugas bahasa inggris. Padahal kodratnya kakak kan yang suka nyuruh-nyuruh adik? Ini malah kebalikan. Ya, tapi aku juga masih suka nyuruh-nyuruh Umar sih, ahahaha. Ibaratnya kami melakukan simbiosis mutualisme, gitu.

Umar suka makan semur ayam bikinan umi. Umar suka klub sepak bola chelsea dari jaman masih ingusan. Umar punya hobi main futsal dan nyanyi (meski suaranya amatlah fals). Umar suka bilang, “Mbak, aku ganteng ya, kayak Al” dan responku pasti, “Iya, Al…ay”. Umar suka dikit-dikit minta difoto. Umar suka malas kalau udah disuruh uminya ngisi galon. Umar kalau tidur suka lupa kalau belum sholat. Umar kalau naik motor sembrono dan suka ngebut. Umar suka cium-cium adik-adiknya sampai adik-adiknya nangis.

Banyak banget yang aku tahu atau belum tahu atau sama sekali nggak tahu soal Umar. Tapi yang jelas, Umar suka cerita panjang kali lebar dan aku suka mendengar Umar bercerita. Ya, kalau belum bisa jadi kakak yang baik, setidaknya aku bisa jadi pendengar yang baik untuk Umar.

Semangat UKK ya, Mar!

Sedih tingginya udah diselip sama Umar padahal Umar masih SMP huhuhu
Sedih tingginya udah diselip sama Umar padahal Umar masih SMP huhuhu
Umar nggak pernah nolak untuk diajak selfie :D
Umar nggak pernah nolak untuk diajak selfie 😀
Lebaran 2014, waktu Umar udah SMA
Lebaran 2014, waktu Umar udah SMA

Untuk ketiga adik lainnya, kalian juga bakal dapet tempat juga kok di blog. Sabar ya! ❤

24 pemikiran pada “Adik Pertama, Umar

  1. Ah senangnya bacanyaaa..ikut bahagiaa..Hwaaa ~

    Umar tau ga ya kalau fotonya yang pake jilbab di unggah disini sama mbaknya.. :3

  2. Ebuset ada yang pakai jilbab :haha.
    Salam ya, semoga sukses dengan UKK-nya (itu maksudnya ujian kenaikan kelas kan?)
    Itu yang foto pas lebaran diambil di mana? Latarnya bagus, ada pilar-pilar klasik *salah fokus*.

    • Oke kak Gara, iya Ujian Kenaikan Kelas kak 😀
      Ooh, itu di Balaikota Kota Semarang kak, memang klasik semua bangunannya, instagram-able deh kak kalau ngambil foto di sini kekeke

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s