Percakapan yang Selalu Kuingat

Jumat sore, di sebuah teras masjid di sekolah. Kegiatan seminggu sekali yang selalu kami lakukan. Melingkar, menambah wawasan agama dan pengetahuan, berbagi tawa dan duka dengan sahaja. Sahabat sampai surga, begitu kami menyebutnya.

“Mbak, salah nggak sih kalau kelak aku menuntut untuk mendapatkan pasangan hidup yang sama sepertiku?” Tanya seorang temanku, sebut saja Mayah.
“Sama? Maksudnya gimana dek?” Mbak Winda, guru melingkar kami balik bertanya.
“Gini mbak, aku kan belum dan nggak akan pernah pacaran. Jadi salah nggak kalau aku hanya mau menikah dengan lelaki yang belum dan hanya akan pacaran denganku saja setelah dihalalkannya hubungan kami dalam hukum, agama, dan negara?” Jelas Mayah panjang lebar masih dengan pertanyaan yang sama.
“Oh gitu… Nggak salah kok dek, kamu udah mau jaga hatimu untuk yang terbaik, jadi kamu juga berhak dapat yang terbaik.” Mbak Winda menjawab dengan aura perempuannya yang begitu terpancar. Mempesona.

Entah mengapa aku jadi gemas sekali untuk nyeletuk,
“Eh tapi, kalau semisal nih ya, ada lelaki yang mau ngelamar kamu, doi ini mantan badboy, pacarnya dulu dimana-mana, tapi sekarang udah jadi orang baik-baik, paham agama, rajin ibadah, super duper sempurna deh agamanya. Kamu mau tolak?” Tanyaku pada Mayah, telak.
“Emm, gimana ya…” wajah Mayah terlihat bimbang.
“Tuh kan, kalau aku sih, nggak bakal nolak. Lelaki macam itu mana mungkin bisa datang dua kali,” aku berargumen sambil melihat wajah Mayah yang sedang bimbang.
“Emm, masalahnya bukan itu. Aku menuntut untuk mendapat pasangan hidup yang sama, sama-sama belum pernah pacaran karena punya satu alasan,” Mayah kembali membuka suara.
“Apa?” Tanyaku penasaran.
“Aku pengen jadi cinta pertama dan terakhirnya dia.” Jawab Mayah, singkat.
Aku tersenyum kemudian diam.

Cinta pertama dan terakhir? Apakah benar-benar ada lelaki yang memiliki cinta pertama dan terakhir pada orang yang sama? Mayah memang tidak salah kalau menuntut, hanya saja aku meragukan ada lelaki yang seperti Mayah harapkan. Kalau pun ada, aku mulai membayangkan, rasanya seperti apa ya? Ah sudahlah, kadang yang aku bayangkan bisa lebih buruk dari apa yang sebenarnya terjadi, bisa pula sebaliknya. Semoga Mayah mendapat jodoh yang luar biasa baik, mengingat Mayah juga seorang perempuan yang luar biasa baik.

So yeah, aku rindu melingkar bersama kalian, sahabat sampai surga. ❤

12 pemikiran pada “Percakapan yang Selalu Kuingat

  1. Standar yang tinggi :hehe, tapi semua orang bebas punya preferensi masing-masing jadi kita harus hormati sambil mengaminkan supaya yang ia dapatkan memang sesuai dengan apa yang ia inginkan :amin. Memang ya, saat kita mendengar suatu argumen yang menurut kita “unik”, lupanya bakal susah :haha.

  2. mayah kembaran hafsoh?
    guru melingkar kami, guru liqo’ yaaaa :”

    kalo aku jar. yg penting dia tobat bener2 tobat dan membuktikannya, it’s okay. #lah sama aja kyk statement mu

    • Yoih kon, yah begitulah mayah wkwkwk xD
      Iya guru liqo, tapi selepas SMA udah nggak sama beliau lagi hiks :”
      Yesh bener banget, peduli amat sama masa lalu suramnya doi ya kon, yang penting masa sekarang dan yang akan datang :3

      • soalnya mayah orang nya lurus terus zah. sedang aku (dan kamu mungkin) tahu lika-liku macem2 dunia dan terbiasa ngeliat kyk gitu._. dan berasa susah bgt dapet yg sama2 strict kecuali dia org yg dari kecil udah di padang sahara sampe gedenya

      • Panggil Hajar nggak papa kali kon, woles :3
        Iya bener banget, apalagi you knowlah ‘pikiran’ku udah terlampau dewasa (konotasi negatif), padahal kelakuan masih bocah :”
        Mungkin jodohnya mayah bisa jadi yang seperti itu kon, who knows? Kalo iya sih, seneng banget gila :3 w juga mau *eeh

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s