Malam Merindu

Cerita malam ini dan malam-malam sebelumnya masih sama. Aku yang sudah kadung merindukanmu, mulai menghitung mundur waktu di mana kita akan bertemu bahkan sebelum bulan ramadhan tiba. Aku yang sudah kadung merindukanmu, yang pada akhirnya di hari ini, hari di mana aku bisa meluruhkan seluruh rinduku. Pada akhirnya, jarak kita yang sudah cukup dekat tidak bisa meluruhkan rindu. Karena bahkan pada jarak yang sedekat tadi pun, aku masih tidak bisa menemukan wajahmu.

Rindu yang membuatku tertawa dan meneteskan air mata di waktu yang sama. Rindu yang menjadikanku seperti orang gila. Rindu yang ironinya selalu berbuah lara.

Ah, rinduku sudah menjadi beban. Sejujurnya aku bosan, tapi apa daya, hati memilih enggan.

5 pemikiran pada “Malam Merindu

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s