Ucapan yang Kuiyakan

Mungkin ucapanmu ada benarnya juga. Aku tidak akan bisa menjadi diriku sendiri. Sebenar-benarnya diriku.

Terlalu banyak topeng yang kupakai. Terlalu tinggi tembok yang kubangun. Terlalu jauh jarak yang kubuat. Seolah dekat padahal jauh. Seolah mengerti padahal tidak tahu apapun. Seolah tertawa padahal tersimpan begitu banyak luka.

Benar bahwa aku bahagia. Selalu bahagia. Bahagia dalam definisimu. Bahagia dalam penglihatanmu.

Ah, aku salah karena terlanjur memakai begitu banyak topeng. Yang kau sebut tawa sebenarnya luka. Yang kau sebut bahagia sebenarnya duka. Yang kau sebut cinta sebenarnya durjana.

Persetan! Aku bahkan terlalu takut untuk menjadi diriku sendiri.

4 pemikiran pada “Ucapan yang Kuiyakan

  1. they tell you to be yourself and then they judge you #carikapak hihihihi 😀
    tp lebih baik memang jujur pada diri sendiri dan persetan apa kata orang tentang jati diri kita yang asli kalo itu membuat diri kita menjadi tentram dan nyaman 😉 #supersekali hahaha

    • Aih kak Prakosa, aku seneng sama quotenya nih :3
      Terima kasih banyak kak untuk ngingetin harus jujur pada diri sendiri, aku merasa tertohok, karena selama ini aku masih belum berani :”)
      Ok, I can do it, super sekali kak Prakosa! Gomawo! 🙂

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s