Sebuah Pujian

Kamu mau tahu bagaimana rasanya dipuji oleh seseorang yang pernah dan masih kamu cintai secara diam-diam sampai sekarang? Cinta diam-diam yang meski kamu tahu itu menyakitkan tapi tak pernah sedikit pun kamu mengubah perasaan itu padanya. Biar kujelaskan, rasanya seperti kamu dilambungkan setinggi langit, kemudian dihempaskan begitu saja. Singkatnya, meringis bahagia. Seperti itulah kira-kira.

Aku baru saja mengalaminya. Dia memujiku, berkata bahwa aku baik, pintar, dan cantik. Tunggu dulu, aku cukup cerdas untuk membedakan mana yang pujian dan mana yang gombal murahan, ya. Dan yang dia lakukan padaku, aku yakin itu bukan gombalan. Dari cara dia berbicara, gestur tubuhnya, dan senyum tipis di akhir pujiannya.

Saat itu, aku berusaha mati-matian untuk tidak menampakkan wajahku yang bersemu dan salah tingkah. Itu pujian pertamanya untukku setelah empat tahun terakhir. Aku membalasnya hanya dengan tertawa lebar. Memang wajah itu yang akhir-akhir ini selalu kutunjukkan padamu bukan? Padahal jujur saja, saat itu aku ingin sekali bertanya mengapa dia memujiku di saat segala sesuatunya sudah tidak bisa diperbaiki lagi.

Ya, pada akhirnya setelah memujiku dia pergi. Aku mengamati punggungnya, melihat bagaimana dia berjalan cepat menyusul seseorang yang mampu membuat hidupnya yang sekarang bahagia setengah mati.

Tidak ada yang pernah benar saat kamu mencintai seseorang secara diam-diam, pada akhirnya.

Karena tawamu, ceriamu, hatimu, tak pernah untukku.

8 pemikiran pada “Sebuah Pujian

  1. jangan kelamaan dipendam zii, entar nyesel loh kalo keduluan orang lain 🙂
    Say what you wanna say, And let the words fall out, Honestly I wanna see you be brave jeng jeng jeng.. hihihi ganbatte~ 😀

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s