Semester Tiga

Alhamdulillah, UAS semester tiga sudah selesai! Akhirnya resmi libur! Yaaah, walaupun liburnya cuma sebulan karena tahun ini Undip udah jadi PTN berbadan hukum, jadi waktu kuliahnya juga ikut diubah, tapi nggak papalah, sebulan juga itungannya udah lama kok. 😀

Jadi apa aja sih yang aku dapet di semester tiga ini? Semester yang kata kakak tingkat nggak ada apa-apanya dibanding semester selanjutnya, semester yang katanya temen-temen bakal jadi semester jetlag, semester yang katanya cocok buat cari jodoh (halah, sampai akhir semester tiga juga masih jomlo). So, ini yang aku rasain selama kuliah semester tiga di Ilmu Komunikasi Undip…

 

1. Panik!

1
HAH?

Pertama masuk di semester tiga, aku ngerasa jadi mahasiswa paling bego di kelas karena tiap ditanya dosen, “Di mata kuliah semester sebelumnya sudah pernah dapat materi ini kan?” aku cuma bisa bengong. “HAH? Emang pernah ya mbak/mas/bu kita belajar materi itu?” batinku. Dan ternyata banyak temen yang bilang masih inget, mungkin aku satu-satunya yang mbatin kalau aku bahkan lupa dosen yang ngajar mata kuliah itu siapa hadeeh. Skip skip, pokoknya minggu pertama di  semester tiga aku cuma bisa ndomblong sambil buka-buka catatan kuliah di semester sebelumnya (untung anaknya rajin nyatet materi). Kepanikan lainnya muncul begitu tau dosen yang ngajar di semester tiga siapa aja. Aampuun. Mungkin di fakultas atau universitas lain, tiap mahasiswa bisa memilih dosen yang disukai atau diinginkan, tapi beda urusannya kalau udah di Fisip Undip. Di sini, kita nggak bisa milih dosen woy! WHY? JUST WHY? Hiks. Jadi, mau nggak mau kita kudu nrimo sama siapa aja kita diajar. Dan btw, bisa nggak sih bayangin di satu matkul yang cuma tiga sks ada empat dosen yang ngajar? EMPAT! Untung kalau dosennya ramah, baik. Nah kalau nggak? Pilihannya cuma dua, hadapi atau kawin aja. Dan bisa dong dibayangin kalau tiap dosen minta tugas untuk nilai UTS atau UAS? Iya, tugas kita jadi dobel-dobel dan nilainya kebagi-bagi. Sekali dapet nilai jelek, bingung deh masalahnya ada di dosen yang mana, tugas yang keberapa, dan blablabla. Nah kebetulan, di semester tiga ini, dosen yang ngajar killer-killer-baik gitu. Alhamdulillah. 🙂

 

2. (mulai) Sibuk

2
Deep…

Yap! Semester tiga jadi mulai lebih sibuk dibandingkan dengan semester sebelumnya. Selain banyak tugas kuliah, aku memutuskan untuk ikut satu kegiatan yang menunjang jurusan yang akan aku pilih di semester empat nanti. Yass aku ikut Channel Campus. Bukan UKM tapi sejenis UKM, jadi gimana ya? Semacam kaya Lembaga Pers Mahasiswa tapi versi siaran televisinya. Buat yang penasaran bisa kok setiap Rabu jam 15.00 di Kompas TV Jawa Tengah, nama acaranya Berita Kampus. Tonton ya! (promosi dulu biar keterima magangnya hahaha!). Meski bisa dibilang anak bawang atau anak magang atau anak nggak tau apa-apa, tapi aku ngerasa nyaman punya kesibukan kaya gini. Setiap minggu kita dituntut untuk membuat hardnews (hardnews is the hardest things btw), meliput suatu bisnis mahasiswa, segala event menarik, atau pun info kuliner-kuliner unik. Kegiatan liput-meliput ini jelas berdampak positif buat aku, selain dapat banyak pengalaman dan relasi, tingkat kepercayaan diriku juga sedikit demi sedikit berkembang. Selain itu, aku jadi tau gimana caranya ngedit suatu video, mengambil footage atau angle yang menarik, bikin naskah, bahkan sampai ngedubbing (untuk hal yang satu ini entah kenapa suaraku nggak pernah lulus sensor bahahahak). Dari yang tadinya megang kamera aja grogi jadi terlatih sedikit demi sedikit, dari yang tadinya malu ngomong di depan kamera akhirnya jadi host waktu lagi kulineran sambil bilang “maknyus” (btw, tiap liputan kuliner dikasih gratisan lho hamdalah), dari yang tadinya nggak tau gimana bikin naskah berita, akhirnya sedikit demi sedikit jadi bisa (ternyata sulit banget bikin naskah kaya naskah di On The Spot gitu lho), dan masih banyak yang dipelajarin di Channel Campus. Suer, asik banget ikutan ini! 🙂

 

3. Belang everywhere

3
Hanya ilustrasi ya, yang belang bagian lengan sama telapak tangan :’)

Nah ini yang paling bikin sedih. Mulai semester tiga, tingkat perbedaan kulit antara telapak tangan dengan lengan jadi sangat kontras, juga perbedaan antara warna kulit wajah dengan kulit leher. Menyedihkan sekali sesungguhnya. Dari pakai handbody, masker wajah, dan perawatan lainnya sudah kucoba, tapi hasilnya? Kulitku masih belang. Hiks. Soalnya aku nggak rutin juga sih ngerawatnya hahahaha.  Sebagai mahasiswa pemotor sejati yang lebih suka bolak-balik rumah-kampus ketimbang harus ngekos, memang banyak yang harus dikorbankan. Selain pegal-pegal, kulit pun berubah jadi menjijikkan sekali warnanya. Salahku juga sih dari awal kuliah nggak dibiasain pakai sarung tangan. Karena dulu waktu SMA kulitku juga sempat belang, tapi bisa kembali lagi. Entah kenapa waktu kuliah ini, kulitku nggak bisa kembali lagi ke warna asalnya, susah move on. :’) Dari temen kuliah, SMA, SMP, SD, bahkan adik kelas yang ngelihat belangnya kulitku aja sampai geleng-geleng kepala, kata mereka belangnya udah parah banget! Aaah, takut! Harus digimanain ya ini belangnya biar ilang? :’)

 

4. Aaargh tugas!

4
So me kalau inilah hahaha xD

Bicara kuliah nggak jauh-jauh dari tugas dan pertanyaan kapan lulus kok. Begitu juga di semester tiga ini. Tugas everywhere, everytime. Jadi di semester tiga ini nggak punya pacar nggak papa deh, kan udah ada tugas-tugas yang setia nemenin. Tugas yang nggak dikerja-kerjain juga akhirnya nyampe kawin terus beranak-pinak sampai punya cucu kok. 🙂

Bisa dibilang, tugas di semester tiga ini banyak banget, berat banget. Dari disuruh bikin proposal untuk skripsi, presentasi yang satu matkul bisa sampai maju tiga kali, ngereview buku tebel yang full bahasa Inggris, bikin tugas UTS yang banyaknya 200-an halaman, bikin tugas UAS yang cuma dikasih waktu satu minggu dan jadi 180-an halaman, bikin project usaha, dan masih banyak lagi. Ya, kaget banget waktu dapet tugas yang di semester sebelumnya belum pernah dilakuin. Ditambah, dosen-dosen yang agak kurang sreg di hati. Jadi sering banget tuh kejadian misal ada satu kelompok yang lagi presentasi, eh tiba-tiba dosennya motong presentasi, terus marah-marah nggak jelas karena materi yang disampaikan salah, sampai ngancem bakal dapet nilai D. Ada lho dosen begitu, ada…

Tapi ya gitu deh, semakin tua umur kita, semakin tua semester kita, maka semakin berat dan sulit tugas-tugasnya. Jadi dinikmatin aja. 🙂

 

5. Belajar dewasa

5
True

Nah di semester tiga ini jujur aja, masalah pribadi banyak sekali terjadi di semester ini. Dari yang mulai nangis-nangis alay karena ngerasa nggak pernah bisa dimengerti sampai sadar kalau mau dingertiin harus mau ngertiin orang lain dulu. Dari yang mulai merengek minta dibeliin ini-itu jadi sadar kalau selalu ada yang harus diprioritaskan dari setiap keinginan kita, sampai ke masalah bagaimana caranya untuk bisa berteman dengan baik. Di semester tiga ini, aku ngerasa bisa lebih dingin dan tenang ngehadepin masalah. Aku juga jadi lebih bisa mengontrol emosi, menahan amarah, bersikap santai atau cuek.

Ada benarnya juga kata kakak kelasku, usia dimana kita bisa merasakan galaunya dan sulitnya untuk menjadi dewasa itu di usia kita yang ke-19. Lalu di usia 20, kita akan merasa bahwa kita sudah bisa menyelesaikan tahap pertama fase kedewasaan kita. Meski sebenernya dewasa itu relatif kok, dan inget, cuma diri sendiri yang bisa menilai apakah kita sudah dewasa, atau belum.

 

Sebenernya masih banyak lagi yang aku dapet di semester tiga ini, entah di dalam perkuliahan atau bukan. Tapi kalau ditulis semuanya, nggak asik ah, jadi nggak ada rahasianya dong hahaha. So, kelima hal di atas adalah apa yang paling bisa aku rasain atau alamin di semester tiga. Akhir kata, semoga nilai UAS di semester tiga baik-baik saja. Aamiin.

Semangat semester 4! 😀

 

 

12 pemikiran pada “Semester Tiga

  1. kamu anak touring jare, meskipun cuman sampokong-tembalang wkwk, seru juga sih bisa kekebutan di jatingaleh, soalnya udah satu jalur

  2. ahhaha ngga papa zii kulit jadi belang, malah tambah manis kok apalagi kalo dikemas rapi…. emmhhhh… jadi permen blaster.. tinggal di kirim ke kalpamart aja 😉

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s