Barang Koleksi

Berbicara mengenai barang yang dikoleksi, setiap dari kita pasti memiliki paling tidak satu benda yang dikoleksi. Seperti saya sendiri, saya suka mengoleksi empat benda.

Pertama, saya suka mengoleksi gelang! Yap, saya senang sekali dengan perhiasan yang satu ini sejak SMP. Bukan gelang dengan manik-manik atau atribut yang terlihat norak, namun gelang simpel yang nyaman dipakai dan tidak perlu dilepas ketika mandi. Gelang-gelang yang berbahan kayu atau monel misalnya. Awal mula saya menyukai gelang itu ketika abah saya pulang dari suatu pulau dan membawakan saya sebuah gelang monel dengan mutiara-mutiara kecil. Cantik. Simpel. Saya menyukainya. Gelang itu sampai sekarang pun masih saya simpan, bersama puluhan gelang lainnya yang pernah abah berikan atau saya beli dalam satu kesempatan. Sekarang, saya hanya memakai dua gelang kayu yang dibeli abah dari Lombok dua atau tiga tahun yang lalu. Karena ketika saya memakai lebih dari dua gelang di tangan saya, abah tidak akan menyukainya lalu menyebut saya seperti orang gila. Ahahahaha.

Benda kedua yang saya koleksi adalah tiket-tiket film yang pernah saya tonton di bioskop, yang kemudian di balik tiketnya, saya menuliskan bersama dengan siapa saya menonton film tersebut. Sederhana saja sih mengapa saya melakukan hal itu, pertama karena saya kurang kerjaan dan kedua karena saya merasa momen atau kebersamaan bersama orang-orang yang menonton akan menjadi sebuah kenangan yang tidak akan saya lupakan. Memang rada alay ya…

Benda ketiga yang saya koleksi adalah buku harian. Well, sebenarnya bukan karena ingin mengoleksi, hanya terlanjur malu untuk membuangnya di tempat sampah. Tahu sendirilah buku harian perempuan dari zaman SD sampai kuliah isinya kaya gimana, hehehe. Kadang saya tertawa sendiri tiap baca tulisan-tulisan saya semasa SD di buku harian. Jelek tulisannya, kaya ceker ayam, diksinya juga masih ngawur, S-P-O-K nya apalagi. Dan isinya benar-benar nggak penting, cuma hari ini saya lagi ngapain, makan siang saya apa, lalu menceritakan tingkah laku teman-teman saya. Itu saja. Mulai di buku harian SMP, saya mulai merasa ada konflik di dalam batin saya. Saya yang mulai mengenal cinta, benci, rindu, mencoba untuk menulis apa yang saya pikirkan agar saya bisa mengenangnya suatu hari nanti.

Benda terakhir yang saya koleksi adalah, uang receh! Sebenarnya saya baru mulai mengoleksi benda ini setahun terakhir sih. Uang receh seperti seratusan berwarna emas yang ada gambar bentengnya, atau uang receh lima ratusan bergambar bunga melati dan angka 500 berwarna emas, juga uang receh seribuan yang bergambar pohon kelapa sawit. Kenapa saya mengoleksi receh yang mungkin remeh ini? Satu alasannya, untuk dikenang kalau nanti uang-uang berwarna emas itu sudah hilang dari pasaran. Akan ada masanya dimana uang berwarna emas itu hilang dari edaran dan saya akan tertawa karena saya masih punya banyak, ahahaha. Anggota keluarga saya pun heran kenapa saya suka mengoleksinya, lalu abah bilang kalau saya sama seperti ibunya, yang suka mengoleksi uang lalu memamerkannya ketika tua. Senang rasanya, seperti ada kepuasan tersendiri setiap saya berhasil memasukkan receh-receh itu di tabungan khusus yang saya punya.

Ada benda-benda lain yang saya koleksi sih selain empat benda di atas. Seperti bon-bon belanjaan yang saya beli dengan uang saya sendiri, jam tangan yang meski jumlahnya tidak bisa disebut sebagai kolektor jam tangan tapi setidaknya saya punya lebih dari lima, lalu gantungan kunci dari berbagai kota atau pulau atau negeri yang diberikan keluarga, kerabat, atau teman-teman saya.

Jadi, benda seperti apa yang kamu koleksi?

19 pemikiran pada “Barang Koleksi

  1. Wah banyak ya koleksimu Mbak. Saya suka koleksi buku, memang dibacanya entah kapan dan dibacanya juga pelan-pelan banget tapi saya suka saja melihat kamar saya penuh dengan buku-buku :hehe. Berasa aman dan nyaman karena banyak referensi.
    Ngomong-ngomong, saya jadi ingin punya gelang juga deh. Kemarin lihat beberapa teman pakai gelang dan kok kayaknya bagus, ya? :haha.

  2. Samaaaaaaaaaaa…
    Saya juga koleksi tiket abis nonton bioskop. Jadi pas nonton nggak boleh ilang. Sering banget gangguin teman yang megang tiket pas lagi nonton cuma buat minta tiket hehe

    • Wah sama ternyata kak! πŸ˜€
      Iya bener banget sampe temen saya apal terus bilang, “Iya iya nanti aku kasih tiketnya kalo udah selesai filmnya” ahahaha xD

  3. kalau ngomong koleksi, download anime per chapter2 ndak termasuk koleksi?
    kalo benda yaa tiket bus pas sekolah di bandung dulu, ada bus yang ngasih tiket gratis kalau udah ngumpulin 10 tiket dengan tujuan manapun soalnya hahaha
    sama kartu ujian ssih, jadi pas uas selesai minta in kartu ujiannya ke temn2, terus di tempel di lemari

  4. Saya nggak ada mba… mungkin karena gak bisa nyimpen ya mba. πŸ˜€

    Btw itu buku harian sejak SD masih disimpen ? mantap, pasti senyum2 sendiri ya mba bacanya.. :p

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s