Manusia

Ada masa dimana kamu sedang sendiri lalu merasa sepi, namun kamu tidak menginginkan orang lain untuk berada di dekatmu. Masa dimana kamu merasa jenuh karena terlalu senyap, tetapi juga bosan karena orang lain terlalu hingar. Masa dimana… seolah dunia sedang tidak ingin memahami dirimu, dan tidak ada seorangpun yang bisa memahamimu.

“Aku kesepian, tetapi aku tak ingin ditemani. Aku sedang ingin sendiri, tapi duniaku terlalu sepi.”

Masa dimana kamu membenci dirimu sendiri karena dirimu sendiri bahkan tidak bisa memahami keinginannya.

Adakah yang lebih memahami diri sendiri selain diri kita sendiri? Tidak ada. Tapi, mengapa kadang kita sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya diinginkan oleh masing-masing diri kita?

Terlahir sebagai makhluk yang sempurna akalnya ternyata tidak menjadikan kita sebagai makhluk yang puas dengan segala kecukupannya.

4 pemikiran pada “Manusia

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s