Apa Daya

Pada sepi yang tak juga bertepi
Pada rindu yang tak kunjung bertemu
Ada sepasang mata yang tak henti menatap pigura
Salah satu tangannya memainkan pena
Menggoreskan asa dalam setiap rangkaian kata
“Aku rindu”, tulisnya
“Aku ingin bertemu”, kata rintihan hatinya

Beginilah cara ia membuang rindu
Menulis segala hal tentangnya
Membacanya
Tersenyum
Membacanya ulang
Tersenyum kembali
“Purna sudah rinduku”, katanya
Seraya mengusap pipinya yang basah

Apa adanya rindu, apa daya hanya mampu merindu.

Yuk giliranmu, Rey !

2 pemikiran pada “Apa Daya

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s