Menulis

Seseorang pernah bertanya padaku apakah aku suka bercerita mengenai diriku dan aku menjawab tidak. Seseorang lagi bertanya apakah aku tidak pernah menceritakan hal-hal yang berkaitan dengan diriku sendiri dan aku jawab iya. Seseorang yang sama menanyakan lalu bagaimana caranya aku melampiaskan semua beban di dalam diriku dan aku menjawab dengan menulis. Yap, menulis. Ketika merasa begitu banyak beban, aku menulis, lalu menangis, dan wush… beban hilang. Terangkat begitu saja. Lega.

Kenapa aku lebih memilih untuk menulis ketimbang menceritakannya kepada teman terdekat? Aku bahkan tidak mengerti mengapa aku sulit sekali terbuka mengenai hal-hal yang bersifat pribadi. Mungkinkah karena aku takut tidak akan ada orang yang mau mendengarkan ceritaku? Atau mungkin karena, ya… aku tidak suka saja berbicara tentang diriku sendiri. Rasanya memang lebih asyik untuk mendengarkan cerita orang lain ketimbang aku bercerita mengenai diriku sendiri. Adakah yang merasa demikian? Atau.. hanya aku saja?

Lalu pernah seseorang bertanya, dengan begitu apakah aku sering merasa kesepian? Tentu sering. Tapi aku tidak pernah benar-benar merasa kesepian. Karena bagiku, sepi adalah teman paling setia, maha asyik. Aku beruntung memiliki teman bernama sepi.

 

 

 

2 pemikiran pada “Menulis

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s