Review Film: Me Before You

Yang kangen sama Sam Claflin mana suaranya?! Oke, kali ini saya akan review film barat yang aktor utamanya adalah salah satu aktor favorit saya. Setelah satu tahun merindukan sosok Finnick Odair di trilogi Hunger Games, akhirnya rindu saya terobati setelah menontonnya, Me Before You. Film yang diangkat dari buku karya Jojo Moyes ini sukses bikin saya seperti sedang merasakan jatuh cinta lagi. Dengan cast Emilia Clarke yang berperan sebagai Lou dan Sam Claflin berperan sebagai Will, mereka berdua sukses memerankan tokoh sebagai kedua pasangan yang serasi. Full of love, tapi nggak menye dan liar, nggak kayak kebanyakan film barat yang vulgar. So, saya pikir film ini cocok ditonton semua kalangan usia.

 

images

 

[BUKAN SPOILER] [HARAP TENANG]

Film dengan genre drama-romance -dan ada sedikit komedinya- ini barusan rilis bulan lalu lho, dan saya udah nonton bajakannya ehehehe (demi abang Sam yang tampan hahaha). Film ini kurang lebihnya menceritakan tentang seorang pemuda bernama Will yang hancur masa depannya karena ia mengalami kecalakaan yang menyebabkan tulang leher sampai tulang ekornya bermasalah. Sehingga Will ini divonis tidak bisa disembuhkan oleh para dokter, dan hanya bisa menjalani hari-harinya hanya dengan berbaring atau duduk di kursi. Beruntung, Will lahir dari keluarga berada, sehingga orang tua Will selalu mengerahkan yang terbaik untuk kesehatan Will, bukan kesembuhan, karena memang Will tidak bisa sembuh.

Lalu di lain tempat, ada seorang gadis cantik bernama Lou yang hobi sekali memasak. Karena hobinya pulalah, Lou bekerja di toko roti. Namun sayang, karena toko roti tempat Lou bekerja perlahan bangkrut, Lou akhirnya dipecat dengan terpaksa dan menjadi pengangguran. Tapi Lou pantang menyerah, ia terus mencari pekerjaan demi menghidupi kebutuhan keluarganya yang pas-pasan. Hingga pada suatu hari, Lou mendapatkan lowongan pekerjaan dari bantuan seorang temannya. Teman Lou berkata pekerjaannya tidak membutuhkan spesifikasi khusus, hanya perlu menemani seorang yang berketerbatasan saja. Lou pun tertarik, mengingat gaji yang ditawarkan juga tinggi.

Nah, sudah mulai kelihatan kan alurnya? Yap, untuk alur selanjutnya mungkin kalian sudah bisa menebak, bahkan untuk endingnya pun kalian juga mungkin sudah mempunyai bayangan akan seperti apa. Film atau drama dengan tema penyakit memang nggak jauh-jauh dari sad ending kok. Tapi at least, film ini punya sad ending yang menurut saya memuaskan, ya setipelah sama endingnya The Fault in Our Stars.

Nilai saya 8 dari 10 untuk film ini, kenapa? Karena jujur masih bagusan Love, Rosie (film yang diperankan oleh Sam Claflin juga hehe) dari segi alur, plot, dan endingnya. Tapi, Me Before You ini menurut saya adalah film dengan plot yang langka. Rasanya jarang saya menonton film barat dimana ada cowok penyakitan dan ceweknya yang sehat. Karena film The Fault in Our Stars, Now is Good, The Notebook yang sebelumnya saya tonton menceritakan pada mulanya si tokoh cewek yang punya riwayat penyakit. So, ini jadi pengalaman baru buat saya. Sam yang memerankan tokoh Will juga keren banget akting sakitnya. Bener-bener deh kerjaan Sam cuma duduk manis, diem, ngomong sedikit, senyum (duh mas senyumnya itu lho buat jatuh hati :hiks). Emilia yang berperan sebagai Lou juga mampu membuat saya terkesan dengan aktingnya sebagai seorang gadis yang cerewet dan apa adanya, namun tetap menarik hati. Tapi entah mengapa, kok saya tidak terharu atau sedih ya menonton film ini? Apa mungkin memang kurang menyentuh atau sayanya aja yang kurang sensitif hehehe. Dengan durasi hampir dua jam, film ini cukup untuk melepas kerinduan saya akan film barat dengan genre drama-romance dan empunya wajah tampan, mas Sam (ditunggu film selanjutnya mas! Hehehe). Pokoknya, worth to watch untuk ditonton dan diresapi. Karena selama ini, menonton film mas Sam nggak pernah mengecewakan kok! Happy watching! 🙂

Iklan

16 respons untuk ‘Review Film: Me Before You’

  1. Aku udah nonton Azizaa… 😀
    Mantap deh, cuma ampir dengan filem Fundamentals of Caring (yang ada Selena Gomez) “dalam hal sakitnya” diderita oleh si cowo, jadi pas awal nonton kurang ngena, akhir-akhirnya kena juga .. haha

    Kalau Love Rosie, bbeuh, keren abis, hihi..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s