Tentang Keputus(asa)an

Aku merindukanmu. Aku tidak merindukanmu. Aku merindukanmu. Tidak, aku tidak merindukanmu. Bukan, maksudku aku merindukanmu. Bukan, bukan, aku sungguh tidak merindukanmu.Β 

Memutuskan untuk merindukanmu, aku tak sanggup. Memutuskan untuk tidak merindukanmu, aku juga tak sanggup. Lalu, aku harus bagaimana?

Bukankah kadang, sebuah keputusan berasal dari keputusasaan?

Karena aku putus asa, aku memilih untuk tidak lagi merindukanmu.

Bukan pilihan terbaik, tapi itu keputus(asa)anku.

(asa)

(asa)

Ah tunggu, benar, masih ada asa yang bisa aku perjuangkan.

15 pemikiran pada “Tentang Keputus(asa)an

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s