Sebuah Surat

Just let the past be the past
It’s meaningful in that way
Just sing to the one who left you
Say you loved them without no regrets

Lee Juck – Don’t Worry

Teruntuk (yang dulu menjadi) pemilik senyumku,

Terima kasih karena sudah mengijinkanku untuk mengagumi atau bahkan menyukaimu, dulu.

Aku bersyukur menemukan sosokmu ketika aku merasa hancur. Kamu datang dan menguatkanku. Berkata bahwa aku pantas bahagia. Berkata bahwa aku adalah seseorang yang baik dan akan tumbuh menjadi baik pula.

Terima kasih untuk membiarkanku mengagumimu. Terima kasih untuk senyum, tangis, amarah, dan kejahilanmu. Terima kasih untuk membiarkanku tertawa lepas dan menangis tersedu ketika bersamamu. Terima kasih. Aku sungguh sangat senang pernah merasakan bagaimana menyukai seseorang dengan pemikiran polosku dulu.

Lucu memang, dulu aku tidak mengerti perasaan senang bersama seseorang bisa begitu memberikan efek rindu yang amat besar ketika waktu perlahan memisahkan. Lucu memang, saat mengingat sumber semangat hidupku hanyalah pujian dan dorongan darimu. Ternyata cinta memang bisa sesederhana itu. Lucu memang, ketika aku hanya mengingat wajah dan kata-kata penyemangat darimu ketika aku merasa tertekan, “Tetap menjadi seseorang yang bisa memberi kebaikan untuk orang lain”. Bahkan sampai saat ini aku masih mengingat jelas bagaimana mimik wajahmu saat mengatakannya padaku.

Terima kasih untuk patah hati terindah darimu. Hatiku memang hancur, tetapi tanpa menyukaimu mungkin aku akan menjadi lebih hancur lagi.

Aku tidak pernah merasa kecewa karena pernah menyukai atau bahkan patah hati karenamu. Semoga kamu selalu bahagia ya!

Dari aku, yang selalu tersenyum mendapat kabar terbaru darimu meski hanya lewat dunia maya. Atau bahagia setengah mati karena sekali-dua kali aku menemukan senyum dan tawamu dalam mimpiku.

13 pemikiran pada “Sebuah Surat

  1. Beruntungnya lelaki itu klo begitu he he he…. Tapi semangat. Cinta tanpa rasa sakit belum terbukti. Jadi rasa apapun adalah ujian. Ini udah pisah apa belum?

  2. Wkwk… Kirain nulis apa πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
    Nyesel tadi bilang temanya perlahan-lahan berubah. Ini mah tetep Ziza wkwk…

    … Yg energi nulisnya meluap kalau sedang galau, yg kalau baca bisa bikin rindunya nular

    • Wkwkwk nggak ada tema khusus sih kak untuk blog, tergantung suasana hati aja πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
      Asyik, kalau nular, rindunya segera disampaikan dong kak biar nggak mbludak nanti 😌😳

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s