Video Dokumenter – Menggapai Asa di Desa Tenggang

Namanya Mas Suwe, biasa dipanggil oleh anak-anak di Desa Tenggang dengan nama Kak We. Lulus dan bekerja di universitas yang sama, mempunyai tekad tulus dan sederhana bersama ketiga temannya. Bersama-sama setelah mengikuti forum Indonesia Mengajar, Mas We dan ketiga temannya tak ingin agar ilmu yang didapat dari FIM menjadi sia-sia.

Berbekal niat yang tulus, berempat mereka mencoba membangun rumah belajar. Secara tak terencana, terpilihlah Desa Tenggang, desa yang berada di daerah pesisir Semarang, desa yang tak luput dari rob setiap kali hujan, desa yang anak-anaknya punya watak keras dan minim tata krama.

Tujuan mereka sederhana, hanya ingin anak-anak di Desa Tenggang, mendapatkan pendidikan karakter yang baik, agar nantinya, anak-anak yang akan menua suatu hari nanti, dapat menjadi agen perubahan untuk lingkungan Desa Tenggang.

Membuat dokumenter ini dibutuhkan satu bulan lebih pengerjaan. Sebenarnya bisa lebih cepat, hanya saja acc dari dosen belum kunjung didapat. Riset, riset, riset, dalami subyeknya. Jadikan dirimu sebagai subyeknya juga. Bagaimana caranya agar dokumentermu bisa bercerita dengan baik tanpa ada narasi di dalamnya. Bagaimana caranya agar orang yang menonton mendapatkan impact seusai menontonnya. Bagaimana film statement, logline, dan kekuatan tokohnya?

Banyak yang saya dapatkan setelah menggarap video dokumenter ini. Sejujurnya, saya menikmatinya, saya menyukainya. Baik dengan tugasnya, atau pun dengan anak-anak di Desa Tenggang. Anak-anak di sana menyenangkan. Mereka ramah dan mudah bergaul, hanya memang ketika berbicara dengan yang lebih tua, masih sedikit kurang sopan.

Lingkungan di Desa Tenggang juga menarik. Pernah lihat ada desa yang di depan sekolahnya terdapat kuburan yang tergenangi air rob? Pernah lihat rumah yang atapnya rendah karena ditinggikan untuk menghindari rob? Pernah lihat anak-anak kecil mengacungkan jari tengahnya tanpa tahu apa sebenarnya makna dari yang mereka lakukan?

Penggarapan video dokumenter ini memerable banget. Perjuangannya benar-benar berasa. Puas juga sama hasil akhirnya. Buat yang penasaran, silakan bisa dilihat:

15 pemikiran pada “Video Dokumenter – Menggapai Asa di Desa Tenggang

  1. Ini bagus banget men…
    Nggak nyangka bisa sebagus ini. Buat film dokumenter itu setauku nggak gampang. Beberapa aspek jauh lebih sulit daripada sekedar membuat film fiksi karena yang direkam adalah kejadian sebenarnya secara langsung. Harus pertimbangin ini-itu. Belum lagi kalau respon dari subjeknya nggak bagus

    Duh mau nanya banyak ini.. gimana caranya ngerekam dalam kondisi ada kamera di sekeliling mereka? Kalau sadar setiap waktu kan jadi ada kontak mata terus ke kamera. Terus juga gimana bisa ngepas ngambil adegan yang diinginkan? Perlu nungguin lamakah?

    Yang dilakukan Mas Suwe syukurnya juga dilakukan oleh beberapa orang lainnya. Sebagai mahasiswa, aksi seperti ini paling mudah terlihat lewat pengabdian masyarakat. Tetapi seperti yang dikatakan Mas Suwe dalam video. Merubahnya agar kontinu itu yang jadi tantangan. Tanpa ada kesadaran dan gerakan dari lingkungan itu sendiri, apa yang coba dilakukan kegiatan seperti ini membekas sebentar. Moga banyak yang terpengaruh dengan menonton video ini, baik itu dari masyarakat atau pemuda lain untuk memulai gerakan serupa

    Coba ikut Eagle Documentay Awards Za πŸ˜€

    • Makasih suhu, terima kasih! *lalu tersipu* 😳
      Iya kak begitu banyak aspek yang harus diperhatikan, itulah mengapa ketika konsul ke dosen nggak segera di acc karena risetnya masih kurang dalam πŸ˜‚
      Kalau soal kondisi anak-anak, aku dari awal dateng udah bawa kamera kak, jadi biar anak-anak terbiasa. Waktu pertama kali bawa jelas, anak-anak pada ngerubung minta difoto, jelas nggak bisa dipake buat dokumenter kita πŸ˜‚
      Nah baru deh di minggu ketiga atau keempat mereka mulai nyuekin aku yang megang kamera, mereka jadi terbiasa sama kamera dan nganggep kamera itu nggak ada kak πŸ˜‚
      Kalau untuk adegan yang diinginkan, aku nggak pernah ambil lebih dari 2 menit video kok kak, mungkin keajaiban aja ya ngepasin momennya bisa klop sama rencana alur ceritanya πŸ˜‚
      Wah, sepertinya kak Fadel terkena impactnya, semoga berhasil deh ini video dokumenternya, doakan kak πŸ˜‰
      Kalau untuk yang satu itu sepertinya terlalu berat kak, dulu ada kakak senior yang pernah ikut dan juara, terus diceritain prosesnya, dan itu mengerikan πŸ˜‚

      • Tiga minggu ya biar dicuekin hmm. Itu aja udah butuh perjuangan, entah gimana ceritanya buat kakak seniormu itu wkwk. Coba terusin za bikin karya begini. Pelan-pelan proses mengerikan itu barangkali jadi hal sepele nantinya πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s