Resah

Bagaimana kamu menyikapi diri ketika kamu menemukan dirimu sedang jatuh cinta?

Percayalah, waktu itu umurku masih 13 tahun. Tahu apa aku soal jatuh cinta? Yang aku tahu, aku hanya senang ketika melihatnya tersenyum atau mengajakku berbicara. Yang aku tahu, aku hanya senang menuliskan namanya di buku harianku.

Tahu apa aku soal perasaan senang yang berlebihan ketika berada di dekatnya itu ternyata cinta? Sekali lagi, umurku masih 13 saat itu.

Yang aku tahu, aku jadi semakin rajin belajar setelah bertemu dengannya.

Yang aku tahu, nilai-nilai mata pelajaran dan rankingku di sekolah semakin baik.

Yang aku tahu, aku menyesal setengah mati karena ia pernah menemukanku sedang menangis di bawah tangga sekolah ketika aku tiba-tiba saja merasa tidak enak badan.

Bahkan sampai di usiaku yang keempat belas dan kelima belas, aku masih tidak juga mengerti. Bahwa perasaan nyaman berada di sekitar dirinya, itulah yang disebut cinta.

Sampai di usiaku yang keenam belas barulah aku mengerti. Karena kehilanganlah yang membuatku paham hakikat jatuh cinta. Ya, aku baru menyadarinya tepat setelah aku kehilangan dirinya. Aku merasa sepi. Jatuh, terjun bebas.

Tidak punya semangat hidup atau pun motivasi belajar. Baik, sebut saja aku bodoh.

Tapi seandainya orang-orang mengerti, ada sebagian orang yang menganggap jatuh cinta adalah obat dari segala lara dunia. Ada sebagian orang yang menganggap jatuh cinta adalah motivasi terbesar dalam hidupnya.

Seandainya saja orang-orang mengerti. Ya, seandainya.

Karena bagi sebagian orang, jatuh cinta adalah teman ia berproses dalam hidup.

Di usiaku yang kedua puluh ini, kadang aku merindukan saat-saat di mana aku jatuh cinta. Rindu untuk memiliki motivasi hidup. Rindu untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Rindu untuk mendapatkan pengakuan atau pujian darinya atas hasil usahaku. Bahkan mungkin sesederhana rindu menuliskan namanya di buku harianku. Rasanya menyenangkan ya bila bisa menyikapi jatuh cinta dengan bijak!

YukΒ Rey,Β giliranmu sekarang! ^^

 

41 pemikiran pada “Resah

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s