Tentang Film Terbaik

Sebagai seseorang yang biasa-biasa saja menanggapi film (tidak terlalu hobi namun juga tidak terlalu jarang menonton film). Tentunya saya punya beberapa film yang menurut saya bagus dan selalu melekat dalam pikiran saya. Berikut adalah tiga film terbaik versi saya, mungkin juga bagi sebagian besar orang lainnya.

Pertama, Children of Heaven

sa
Sumber

Hmm, adakah di antara kalian yang masih mengingat film ini? Yak, film Children of Heaven ini dulu seriiing banget diputar di RCTI. Pokoknya minimal setahun sekali diputar, dan saya nggak pernah bosan untuk menontonnya berulang kali. Saya sampai ingat setiap inci kejadian demi kejadian yang terjadi di dalam film. Kenapa saya merasa film ini merupakan film terbaik? Sederhana saja sih, karena film inilah yang menemani saya ketika tumbuh dan berkembang. Momen-momen seperti ketika kakak-beradik sedang meniup gelembung dari sabun, berlari meminjamkan sepatu, minum dari air keran, menceburkan kaki ke kolam ikan, akan selalu terekam di dalam memori saya. Duh, jadi ingin memutar ulang filmnya lagi. πŸ™‚

Kedua, Crazy Little Things Called Love

sb
Sumber

Oke, jadi film Thailand yang diperankan sama mamas Mario Maurer ini jadi film terbaik kedua yang pernah saya tonton. Suer, ini film genre roman yang menemani masa-masa puber saya dulu semasa SMP. Nggak di asrama, nggak di rumah, asal ada kesempatan buka laptop, saya pasti putar ini film. Sampai backsound-backsoundnya segala juga hapal! Hahahaha. Padahal mungkin setelah dipikir-pikir, film ini nggak bagus-bagus amat kan ya? Endingnya nggak realistis banget kan ya? Iya sih. Tapi waktu masanya dulu, film ini sukses bikin saya pengin ngerasain gimana rasanya jatuh cinta dan patah hati. Kalau sekarang sih boro-boro, bisa ngerasain jatuh cinta juga udah syukur. #ups

Ketiga, Trilogi Hunger Games

sc
Sumber

Yak, satu-satunya film yang tidak mengecewakan setelah membaca novelnya (tentunya versi saya lho ya). Semua pada setuju dong ya Hunger Games itu seru banget. Saya aja tadi pagi barusan nonton ulang The Mockingjay untuk yang kesekian kalinya hahaha. Mungkin karena ini pertama kalinya saya nonton film science fiction, dan kebetulan alurnya juga keren, saya jadi sangat menikmati setiap footage yang ditampilkan. Adrenalinnya dapet, romansanya dapet, konflik perpecahannya dapet, semuanya dapet. Film ini emang komplet! 😍

Oke, jadi itulah ketiga film terbaik versi diri saya sendiri. Menurut saya, film yang baik adalah film yang tidak akan pernah habis rasa bosan meski sudah ditonton ratusan kali. Bagaimana film terbaik versi kalian? Yuk saling berbagi!

Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti tantangan #10DaysKF dari akun twitter@KampusFiksi

23 pemikiran pada “Tentang Film Terbaik

  1. Film terbaik shokugeki no souma. Berkesan banget soalnya. Tentang anak 16 tahun yg bercita2 jadi koki. Jadi sering bertanding masak dgn koki lainnya. Entahlah, saya cuma duka sejak pandangan pertama.

  2. cuma yang ketiga itu belum lihat…
    kebanyakan kalau habis baca novelnya, terus lihat filmnya , pasti kecewa.. hahaha
    begitulah yang aku rasakan saat lihat film angel and demon

  3. Children of Heaven!
    Itu film sangat-sangat-sangat berkesan untuk abang satu ini yang karena film ini juga rasa sayang ke adiknya begitu menggebu-gebu. Kayaknya aku masih hafal ceritanya dari awal sampe akhir ia rendem kaki sambil dicumbu ikan2. Adegan yang paling berkesan: pas sepatunya jatuh ke parit dan adiknya mati2an ngejar tuh sepatu. Sejak nonton itu, setiap ngeliat parit yang ngalirnya deres, bawaannya mau lari aja sambil ngebayangin ada sepatu hanyut πŸ˜‚

  4. Hunger game yang pertama paling bagus menurutku dri pada lanjutanya.. film tailan itu ngingetin masa smp soalnya seragamnya sama haha yang pertama itu sedih pilmnya itu yang dia ikut lomba lari ngarepnya menang dpt sepatu kn ya? Taunya juara pertama? Pernah nonton sekali udh agak lupa.

    • Kok aku malah suka yang cathing fire ya kak, oke selera orang memang beda wkwkwk
      Iya kalau film The Children of Heaven itu ceritanya begitu kak, malah nggak jadi dapet sepatu 😦

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s