Tentang Kebanggaan Tersendiri

Kata banyak orang bijak, jangan pernah peduli apa kata orang lain. Lakukan sesukamu, semaumu. Karena yang tahu sepenuhnya soal baik dan buruknya sesuatu itu diri kamu sendiri. Mungkin sama seperti kalian, saya memiliki kebanggaan atas diri saya, yang mungkin kalian menganggap apa yang saya banggakan itu sesuatu yang remeh.

Pertama, saya bangga atas diri saya sendiri karena suka menyimpan sampah di kantong atau tas saya.

Ya, saya melakukannya setiap tidak melihat ada tempat sampah di sekitar saya. Mungkin bagi banyak orang, hal yang saya lakukan adalah sesuatu yang remeh. Tapi ketahuilah, saya prinsipal sekali soal sampah. Gara-gara sewaktu SMP dulu, ada satu kalimat yang begitu menohok soal sampah, “Mungkin kamu berpikir bahwa sampah sekecil bungkus permen tidak akan membuat banjir. Tapi coba bayangkan, jika ada ribuan orang diluar sana yang memiliki pemikiran yang sama seperti kamu, apa yang akan terjadi?”

Oh come on, lagian apa susahnya sih membuang sampah pada tempatnya?

Kedua, saya bangga atas diri saya yang punya komitmen tidak akan pacaran sampai ijab sah diucapkan.

Mungkin bagi kalian remeh bukan? Bagi saya (dan kedua orang tua tentunya) itu adalah sesuatu yang membanggakan. Mau dibilang jomlo ngeneslah, single sok bahagialah, terserah. Saya pilih untuk sendiri karena ya memang belum saatnya saja saya merasakan romantisme itu. Semua ada waktunya, semua ada pasangannya, semua ada akhir bahagianya. Semoga.

Kenapa saya pilih untuk tidak berpacaran? Simpel kok, alasan utamanya bukan karena mau jauhin zina. Toh tanpa pacaran seseorang tetap bisa berzina kan? Saya hanya perlu menikmati  waktu yang pas untuk merasa mencintai dan dicintai.

Ketiga, saya bangga atas diri saya yang tidak pernah titip absen.

Woyoo yang sering minta TA angkat tangannya! Hahaha. Duh maafkan saya karena memang selama ini saya nggak pernah titip absen selama lima semester kuliah. Kenapa? Ya karena saya tipikal orang yang kalau emang masih sanggup berangkat kuliah kenapa musti TA? Kalau pun mau absen, yaudah saya cukup memanfaatkan kesempatan 25% ketidakhadiran kuliah. Mungkin bagi sebagian orang yang hobi TA, sesuatu yang saya lakukan akan dianggap remeh. “Ayolah, nakal sekali-kali waktu kuliah nggak papa kali. Titip absen doang kok,” Mungkin itu yang bakal ada di pikiran orang-orang hobi TA mengomentari saya yang sok rajin kuliah ini. Hmm, saya hanya ingin mematuhi peraturan yang ada, karena saya merasa masih punya moral. Sepertinya kalimat “Peraturan ada untuk dilanggar” itu memang nggak pernah berlaku untuk saya.

Yak, itulah tiga hal yang saya banggakan namun seringkali diremehkan oleh sebagian atau mungkin banyak orang. Kalau kalian punya hal yang membanggakan tapi sering diremehkan banyak orang, nggak? Yuk berbagi!

Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti tantangan #10DaysKF dari akun twitter @KampusFiksi

Satu pemikiran pada “Tentang Kebanggaan Tersendiri

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s