Di Ruang Tunggu

Pagi ini, aku dapat antrian nomor terakhir. Itu berarti, paling tidak aku harus menunggu satu setengah jam di ruang tunggu. Ada beragam manusia yang kutemui di ruang tunggu. Seorang wanita paruh baya yang meski sedang sakit, ia selalu berbicara entah dengan siapa saja. Mungkin itu salah satu caranya untuk mengurangi sakit fisiknya. Di sudut ruangan lain, aku melihat seorang ibu yang mondar-mandir menggendong anaknya yang tak pernah berhenti menangis. Seringkali sang ibu keluar ruangan untuk mendiamkan anaknya, juga agar yang berada di ruang tunggu tidak merasa terganggu dengan suara tangisan anaknya. Padahal sebenarnya, tidak ada satu pun dari kami yang merasa terganggu. Di sebelah kiriku, ada seorang ibu yang sangat nampak di wajahnya bahwa ia sedang sakit. Ia seperti sedang berjuang mati-matian menahan rasa sakitnya. Alasan sang ibu sederhana saja, ia datang bersama anaknya. Seorang ibu harus terlihat kuat di depan anaknya bukan? Anaknya juga pengertian, dia terus-terusan menghibur ibunya dengan menirukan suara-suara lucu si Jarjit, Upin dan Ipin, sambil menari-nari percaya diri meski dilihat oleh seluruh orang yang berada di ruang tunggu. Anak yang baik.

Berbeda dengan yang duduk di sebelah kiriku, seorang laki-laki seumuran omku sibuk dengan dunianya sendiri. Ia menelepon terus sepanjang menunggu antrian. Sepertinya dia sibuk dengan pekerjaannya. Mendekati nomor antriannya dipanggil barulah ia berhenti memegang handphonenya, dan mengajak wanita paruh baya mengobrol bersamanya. Barulah aku tahu ternyata laki-laki itu hendak membelikan anaknya yang sedang panas tinggi itu obat. Dari kecil anaknya selalu diperiksa di klinik itu, katanya. Lalu di kursi tepat di samping lelaki itu, ada seorang perempuan cantik yang tertidur pulas sambil sesekali bangun mengecek handphonenya. Sepagi ini ia punya mobilitas yang amat tinggi. Tak heran jika beberapa kali ia tertidur, menolehkan kepalanya ke kanan dan kiri.

Akhirnya tiba giliranku untuk dipanggil. Aku masuk dengan perasaan takut, tentu saja, ini sakit pertamaku semasa enam semester kuliah. Untunglah, segala bayangan soal thypus dan DB segera hilang begitu dokter bilang aku hanya sakit radang saja. Mungkin ini akumulasi dari segala es soda, es susu, es sirup, es teh, es lemon yang kuminum dalam sehari saja di hari Minggu kemarin.

Sebelum pulang dokter berpesan padaku,

“Besok-besok kalau mau periksa, jangan diantar Umi ya! Dokternya udah jinak kok sama kamu.”

Aku cengengesan.

Ingat pernah membaca kalimat perempuan cantik yang tertidur pulas? Ya, dialah ibuku. Yang mengantar dan menemaniku di ruang tunggu, di usiaku yang tahun ini menginjak 21.

41 pemikiran pada “Di Ruang Tunggu

  1. Huuu cupuuu… Katanya dah mau 21 😂

    Aku juga suka merhatiin orang kalau lagi menunggu sesuatu. Syukur2 bisa ngajak/diajak ngobrol. Dan lebih syukur lagi sekarang udah baikan ya 👍🏼

    Minum campur2 gitu anehnya memang bisa bikin radang/demam. Pernah ngerasain sendiri soalnya. Eh besok kombinasiin es lainnya ya za 😂😂

    • Aku lupa umur beneran deh, baru inget setelah dokternya bilang jangan minta temenin lagi wkwk 😂
      Iya alhamdulillah ini tinggal pileknya aja kak *sodorin ingus* 😂
      Iya bener kak, entah kenapa tenggorokan berasa sensitif soal minuman nikmat penuh kandungan gula 😂
      No thanks kak Fadel, kapok sakit lagi wkwkwk 😑

      • Nggak usah ngasih ingus juga kali 😂😂 Mungkin juga karen belakangan ketawanya kurang ya za. Streak 6 semester gak sakit terhenti jadinya huhu

      • Jarang-jarang ada yang mau ngasih ingus lho kak 😂
        Duh mungkin kali ya kak, ini juga membuktikan bahwa semester 6 lebih ganas dari semester-semester lainnya. Padahal mah suwung as always wkwk 😂😂😂

    • Duh maafin ya kak Nur, jadi lama nunggunya di taman pandanalas 😦
      Iya ini sudah jauh lebih baik kok kak Nur, tentu nggak akan kambuh-kambuh lagi dong 🙂

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s