Perihal Jatuh dan Patah Hati

Bodoh. Aku seperti orang bodoh kalau sedang bersamamu.

Jijik. Aku geli lihat kamu dekat dengan orang lain selain aku.

Konyol. Aku terlihat aneh kalau sedang memikirkanmu.

Alay. Iya aku tahu, kalian pasti bakal bilang kalau aku itu alay waktu kalian baca tulisan di atas.

Ada fasenya. Pasti ada fase dimana kalian merasakan hal yang sama seperti baris pertama sampai ketiga, atau seperti di baris terakhir. Ya, walaupun jelas kedua fase itu saling bertolak belakang.

Mau muntah? Silakan saja.

Aku tidak akan bilang kalau aku sedang jatuh cinta. Aku hanya sedang belajar untuk bangun cinta. Lebih tepatnya, belajar untuk lebih dewasa dalam memaknai cinta.

Ditulis pada; 7 Juli 2013. Sepertinya saat itu saya sedang jatuh cinta.

Mata. Mempesona. Menakutkan. Menjerumuskan.

Sudah kubilang, aku tak berani berlama-lama menatap matamu. Bukannya aku cuek, bukannya aku jahat. Aku hanya, takut terjerumus dalam pesonamu. Aku teramat takut bila mata kita saling bertemu. Lebih tepatnya, aku gugup.

Aku takut kalau-kalau, mataku terlihat berbunga-bunga saat aku menatapmu.

Ditulis pada; 6 Juli 2013. Oh tidak, saya benar-benar jatuh cinta saat itu.

Tiada hingar dan bingar. Tiada penerang juga bintang. Tiada binatang apalagi orang. Hanya kita. Kamu. Aku. Seolah-olah begitu.

Tiga ratus enam puluh lima hari yang lalu. Anggap saja, aku pun lupa. Kita bertemu, bercengkrama, bercanda. Bukan memadu kasih, hanya banyak bicara juga tertawa. Itu pun tak sengaja. Untuk selanjutnya, selalu ada pertemuan-pertemuan lain yang tentunya disengaja namun aku malas membahasnya.

Malas? Kenapa? Entahlah. Hanya saja, aku rasa tak ada yang perlu diceritakan lagi. Intinya aku lelah. Juga jijik.

Lelah karena, semua yang kulakukan adalah sia-sia semata. Membuang waktu, menabung rindu, menambah semu.

Jijik karena, mengingatnya. Mengingat aku pernah merindu, menggalau, bahkan menangis.

Ditulis pada; 25 Oktober 2013. Saya patah hati.

Sepertinya, catatan harian yang saya sempat tulis di atas (ada di blog ini) adalah pengalaman jatuh cinta dan patah hati tersingkat yang pernah saya alami. Saya nggak ngerti kenapa saya harus menulis kata-kata itu selama saya merasa galau dengan perasaan saya. Intinya, itu tulisan nirfaedah yang jika dibaca di masa sekarang selalu sukses bikin saya nostalgia. Hmm, ternyata saya juga sempat merasakan indahnya masa-masa limarence dan sakitnya patah hati. Karena jujur, sepertinya saya sudah lupa bagaimana rasanya jatuh cinta juga patah hati. Saya selalu merasa, “Apakah saya terlalu tua untuk merasakan Β jatuh cinta lagi? Apakah saya terlalu malas untuk merasa patah hati lagi?”

Tapi jujur lagi, ada sedikit perasaan yang membuat saya ingin merasa jatuh dan patah hati lagi. Ada yang saya rindukan. Masa dimana saya dengan luwes mengungkapkan isi hati saya. Masa dimana saya bisa merasakan hati saya masih berfungsi dengan baik sebaik-baiknya. Masa dimana setiap fase kupu-kupu menggelitik perut sampai sendu menyayat hati benar-benar saya nikmati.

Aih, mungkin benar kata dosen mata kuliah komunikasi gender. Perempuan itu lemah soal cinta. Mau sekeras apapun perempuan bicara soal kesetaraan gender, bila menyangkut perihal cinta, mereka kalah.

Eh, sepertinya asyik kalau kapan-kapan saya coba menulis soal feminisme. Ehehehehe malah keluar topik.

 

33 pemikiran pada “Perihal Jatuh dan Patah Hati

  1. hihi Cinta setuju Aziza…perihal jatuh hati dan patah hati yg mmbuat tngan semakin luwes saja bercerita di WP.

    Prnah mengalami. Dua kali jatuh hati dan dua kali patah hati terangkum smua dlm blog Cinta. 😁

    Skr, giliran udah mau move on koq jd bingung mau nulis apa..blank, seolah Smu ide berlalu dan menghempas bgtu sja πŸ˜‘

    • Wuih, pengalamannya kak Cinta soal jatuh dan patah hati ternyata banyak ya, aku cuma sedikit kak πŸ˜‚
      Iya bener kak, aku juga dulu sempat ngalamin blank, tapi akhirnya makin kesini makin sadar kalau ternyata ada banyak topik yang bisa dibahas di blog πŸ˜†

  2. Apakah saya terlalu tua untuk merasakan Β jatuh cinta lagi?

    Maksud ngana???? Terus aku kudu piye??? Umurku??? Hah??? Hahaha

    Nah boleh tuh bahas feminisme. Aku sering baca yg temanya begitu soalnya.

    Lanjutkan

    • Ahahaha ngakak baca komennya kak Momo, duh aku jadi bahagia πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
      Tenang kak Momo, bicara cinta nggak ada sangkut pautnya sama umur kok, tergantung pendapat pribadi masing-masing πŸ˜‚
      Oke kak, biar kucoba esok lusa πŸ˜†

  3. mungkin kamu tidak lagi jatuh cinta atau bangun cinta, mungkin kamu hanya mengagumi sesorang dengan cara yg berbeda dari yg biasanya, itu hanya mungkin.. bisa iya ataupun tidak πŸ™‚

  4. Hey alay πŸ˜‚πŸ˜‚ Kok bisa ketawa puas ya baca yang begini. Mungkin karena agak jijay kalau ngebayangin kamu ngomong sajak2 itu langsung wkwk. Eh, atau perlu dicoba? Mencari tahu sejauh mana ku dapat bertahan…

    Ngomong2 tentang patah hati, biasanya orang takut patah hati, tapi ini malah dicari haha. Ntar aja pas kejadian baru nyesel πŸ˜‚. Yah mungkin ini sudut pandang perempuan ya.

    “Mau muntah? Silakan saja.” <– Favorit bangeeet

    • Kak Fadel selalu ya menertawakan diriku yang memang lucu ini 😒
      Plis jangan dibayangin kak, ini sama jijaynya kaya Dilan yang gombalnya overdosis, tulisan dibuat di masa labil, jadi tolong harap maklum πŸ˜‚
      Ogah nyoba-nyoba lagi kak, terima kasih untuk tawarannya πŸ˜‚
      Patah hati itu asyik kak, kapan lagi coba ngerasain nangis kejer cuma gara-gara lawan jenis ya kan? Langsung deh itu otak isinya sajak-sajak menyanyat hati yang siap dipamerkan di blog πŸ˜‚

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s