Sukanya Menjadi Jurnalis (Magang)

Sebelumnya biar saya beritahu dulu, saya ini mahasiswi jurusan ilmu komunikasi yang mengambil konsentrasi komunikasi jurnalistik di semester empat lalu. Mata kuliah di konsentrasi jurnalistik mayoritas mengarahkan mahasiswanya untuk menjadi jurnalis. Dan kebetulan saya seorang jurnalis magang di Kompas TV Jawa Tengah, di salah satu program acaranya yaitu Berita Kampus. Ini jalan tahun kedua saya magang di sana. Menjadi jurnalis magang di Berita Kampus dituntut untuk membuat berita berisi tiga segmen (durasi 30 menit plus iklan) setiap seminggu sekali. So, tiap minggu saya pasti dapat jatah liputan.

Omong-omong, setelah hampir dua tahun saya menjadi jurnalis meskipun cuma magang, banyak pengalaman seru yang saya dapatkan selama menjadi jurnalis, atau selama liputan. Biar esok lusa saya masih mengingatnya, ada baiknya saya menuliskannya di sini.

Sukanya!

Saya bisa mendapatkan ilmu baru yang nggak bisa saya dapatkan di bangku perkuliahan!

Iya, meski saya mengambil konsentrasi jurnalistik, bukan berarti semua hal soal jurnalistik diajarkan di kelas. Ada berbagai ilmu yang baru saya dapatkan selama menjadi jurnalis magang di Kompas TV Jateng. Ilmu-ilmu baru itu seperti belajar mengedit video liputan dengan menggunakan adobe premiere, belajar stand up atau berbicara di depan kamera untuk melaporkan kejadian, belajar mengoperasikan kamera untuk mengambil video, juga belajar dubbing atau mengisi suara liputan berita (khusus dubbing, suara saya sepertinya masih nggak lolos sensor, cempreng sih hahaha).

Saya bisa mengikuti beragam lomba dan bertemu dengan banyak mahasiswa komunikasi dari universitas lain!

Sejak magang jadi jurnalis, saya sempat nekad untuk ikutan lomba bikin video jurnalistik dua kali. Pertama lomba Comminfest di Atma Jaya, kedua lomba CIA di Brawijaya. Alhamdulillah kami (karena lomba itu tim berjumlah dua orang) juara dua di Comminfest Atma Jaya, dan nggak dapat juara apa-apa di CIA Brawijaya.

Buat yang penasaran sama video liputan kami untuk lomba Comminfest dan CIA ini saya taruh dibawah ya,

Pengalaman lomba ini menarik karena saya benar-benar merasakan bagaimana rasanya menjadi jurnalis, yang ditantang untuk membuat satu berita jadi hanya dalam kurun waktu kurang dari sehari. Maksud dari satu berita jadi itu bukan hanya naskah berita aja lho ya, tapi benar-benar yang dari naskah, dubbing berita, footage video, yang disatukan menjadi satu berita utuh yang layak ditonton di televisi.

Jadi waktu itu kami dan para peserta lain diajak ke Malioboro untuk liputan di sana dengan angle (sudut berita) yang berbeda meski dengan tema yang ditentukan. Temanya saat itu adalah relokasi lahan parkir di Malioboro yang dipindahkan ke Abubakar Ali. Waduh, waktu itu saya dan rekan setim saya bingung setengah mampus mau ambil berita dari angle yang mana. Saya tahu berita relokasinya aja detik itu juga. Dan kami para peserta hanya diberi waktu dua jam untuk mencari berita. Oh, saya bingung. Akhirnya saya searching berita-berita soal relokasi dan mencoba menemukan ide, tapi nihil. Dengan sikap bodo amat karena panik, kami akhirnya memutuskan untuk mengambil footage sebanyak-banyaknya dulu tanpa tahu angle berita apa yang akan kami ambil. Lalu setelah bertanya-tanya dengan pengunjung, pedagang, akhirnya di detik-detik terakhir kami menemukan angle berita yang dirasa memuaskan. Jadi akhirnya kami mengambil angle tentang penghasilan para pedagang  Malioboro di sisi Timur yang menurun karena relokasi lahan parkir.

Selesai dari Malioboro, kami kembali ke penginapan dan detik itu juga kami membuat naskah dan mengedit videonya. Teman saya sempat iseng membuat behind the scene selama kami di Malioboro dan malam dimana kami semua tidak tidur demi membuat satu berita (saja).

Pengalaman yang jelas nggak akan bisa saya lupakan sih. Karena ternyata seru dan asyik banget ikutan lomba jurnalistik.

Kalau sedang liputan kuliner, gratis! Kalau liputan seminar gratis plus dapat snack atau makan siang!

Yak, enaknya jadi jurnalis ya begini. Kami bahagia dengan cara yang sederhana. Beberapa kali saya liputan kuliner, alhamdulillah saya nggak pernah disuruh bayar dan malah diberi beraneka ragam makanan dan minuman. Tidak ada yang lebih membahagiakan dari makan tanpa harus bayar, karena pernah beberapa teman saya waktu itu liputan kuliner dan tetap bayar, hahaha.

Untuk liputan seminar, meski saya akui kadang membosankan, tetapi saya senang karena dapat snack dan makan siang wkwkwk. Saya nggak bilang ya setiap seminar yang saya liput itu membosankan, ada banyak yang menarik kok. Cuma kan nggak semua seminar yang saya liput itu sesuai dengan interest saya.

Dapat banyak relasi baru!

Menjadi jurnalis itu berarti pulsa dan kuota internet harus selalu ada untuk menghubungi narasumber. Setiap sebelum liputan kami harus menghubungi narasumber, panitia, dan sebagainya untuk meminta ijin, sudah begitu prosedurnya. Jika diijinkan kami akan meliput, jika tidak diijinkan ya sudah kami cari ide lain. Nah karena sering menghubungi orang saya jadi punya banyak teman baru. Ada yang masih tetap mengontak saya sekadar menanyakan kabar atau memberi ide liputan. Ada juga yang tertarik dengan dunia jurnalistik dan bertanya banyak pada saya. Tentu saja saya senang, karena memang hubungan antara jurnalis dan narasumber tidak seharusnya berhenti setelah kegiatan meliput selesai.

Bertemu dengan orang-orang hebat dan terkenal!

Terakhir nih, saya banyak bertemu dengan orang-orang hebat setelah menjadi jurnalis. Saya pernah mewawancarai Rektor Undip dan diajak bercanda juga curhat oleh beliau. Saya juga pernah beberapa kali satu ruangan dengan Gubernur Jawa Tengah dan Walikota Semarang, berbincang guyub dengan para hadirin.

Untuk orang-orang yang terkenal biasanya ketika saya kebagian jatah meliput konser. Sebenarnya saya nggak suka (karena konser selesainya pasti larut malam dan bising), cuma beberapa kali saya sempat meliput konser dan bertemu Sheryl Sheinafia, Endah n Rhesa, Frau, Dialog Dini Hari, Glen Fredly, siapa lagi ya, saya lupa hehehe.

Masih banyak sih yang mau saya tulis soal sukanya menjadi jurnalis, tapi sepertinya bakal kepanjangan kalau saya tulis semua. Intinya, saya tidak pernah sekalipun menyesal memilih jurusan ilmu komunikasi dengan konsentrasi jurnalistik sampai hari ini. Doakan saya agar lebih berkembang dan tetap bisa menjadi jurnalis yang idealis ya!

Salam jurnalis!

PS: Mungkin dari beberapa teman atau pembaca blog yang tinggal di wilayah Jawa Tengah bisa banget untuk menonton program acara Berita Kampus di Kompas TV Jawa Tengah setiap hari Kamis pukul 06.00 pagi dan tayangan ulangnya setiap hari Minggu pukul 05.30. Selamat menonton!

61 pemikiran pada “Sukanya Menjadi Jurnalis (Magang)

      • Lahhh… yg kemaren kan bilang gitu. Aku tagih nih…
        Kalau ngomongin nikah itu mesti dari kedua belah pihak… 😄

      • Wkwkwk iya ya, ngomingin feminis sama nikah sama-sama berat kak Mo 😂
        Aku baca-baca referensi yang banyak dulu kak Mo kalau mau nulis soal feminisme, kan aliran feminisme juga ada banyak dan semuanya menarik untuk dipelajari 😂

  1. Adik saya di Ikom UMM. Waah 😃

    Keren Ziza. Saya menyesal sampai sekarang selama di kampus ndak pernah nyoba jadi orang pers mahasiswa. Menyesal 😃

  2. Keren banget Zi. . . Ngiri pool aku😄

    Baca cerita kamu bikin aku yakin dan semakin yakin bahwa selama ini aku “kurang piknik”.😂

    • Makasih banyak kak Vall, aku masih banyak-banyak belajar juga kok ini 😂
      Aih setiap orang kan punya kegemaran yang berbeda kak, aku juga selama ini ngerasa kurang piknik kalau lihat teman-teman lain 😂

      • Hi hi hi hi iya juga ya. . . Dalam diri seseorang pasti ada yang bikin iri, tapi juga pasti ada yang kurangnya. Semangat deh gimanapun juga kalo gitu😁

  3. Wah keren jurnalistik itu. Sekali-kali share dong ilmu kepenulisan jurnalistik, biar tulisan saya sesuai dengan jurnalistik. Biar terlihat keren aja he he he……

    • Boleh banget tuh idenya kak Shiq saya coba, udah hapal setengah mati juga sama ilmu kepenulisan jurnalistik karena dipakai terus tiap minggunya 😂
      Tapi tulisan-tulisan kak Shiq udah keren tanpa harus pakai gaya kepenulisan jurnalistik kok kak 😂

  4. Setiap lihat lowongan kerja jurnalis, ada tulisannya, requirement:
    1. Mampu bekerja dibawah tekanan
    Ya mungkin memang begitu adanya. Tapi semangat lah yaa, lhaa wong menggali informasi dan memberitakan ke dunia itu asyik.

  5. Dan di sini ada yang berharap untuk memulai karier jurnalistiknya biarpun harus mulai dari kacung, cuma part-time, dan gaji ngepas… 😢

    Aih, hebat nian kamu za. Baru tau tentang juara lomba jurnalistik itu. Bagi yang suka kepo, ceplas-ceplos, suka berbagi dan melek teknologi, pekerjaan apa lagi yang paling cocok selain jadi reporter hmm. Aku yakin masih banyak lagi sukanya yang belum dituliskan haha. Ah sudalah, semakin panjang nulis komen ini rasanya semakin sakit 😂

    Sukses selalu, dan coba sekali2 bolos lagi buat ngeliput. Barangkali udah nggak nyesel lagi 😂😂😂

    • Senangnya ku bisa jemawa lagi HAHAHAHAHA 😛
      Di Jakarta media kan ada banyak kak, pasti peluangnya juga lebih besar jadi jurnalis 😁
      Kak Fadel, you describe me so well 😂😂😂
      Kadang ceplas-ceplosku suka menyakiti hati narasumber 😂
      No bolos bolos lagi cuma untuk meliput, kecuali kalo disuruh ngeliput pak presiden atau menteri bisa dipastikan akan bolos dengan sepenuh hati 😂

    • Tumben belum tidur kak 😂
      Iya bener, yang eventsemarang itu media online kak, kalau yang Berita Kampus itu media televisi. Aku belum cerita ternyata ke kak Fadel, padahal lebih dulu jadi jurnalis di media televisi 😂😂😂

      • Wkwk.. tumben belum tidur itu mengena sekali 😂 AnaK bHaeK2 kek aQUwh emAnK biasaNYA SerInk tIDur cHEpett…

        Kalau begitu teruslah meliput gadis muda, sampai presiden atau menteri datang dan mampu membuatmu bolos kuliah!

      • Aduwww nggak jadi ngantuk lagi gara-gara baca tulisan alay anak bhaek2 😢😢😢
        Siap kak! Makanya kak Fadel buruan jadi presiden atau menteri biar bisa kuliput nih

  6. hai kak Azizatoen, salam kenal saya Dian, mhswi akhir sebuah univ di semarang yg tertarik ama dunia jurnalistik khususnya reporter tapi blm punya cukup pengalaman di dunia itu :”D, mau nanya kak,
    1. kalau mau apply magang di kompas tv jawa tengah itu step-stepnya apa saja ya kak?
    2. hal2 apa saja yg perlu disiapkan sebelum apply?
    3. kalo blm punya pengalaman jd reporter tv ada kemungkinan bisa diterima magang ga ya? karena pengalaman jd reporter hanya pas SMA jd reporter majalah sekolah,
    terima kasih kak atas jawabannya 🙂

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s