Saya Kena Tilang :(

Hari Minggu kemarin mungkin jadi salah satu hari terburuk saya selama hidup. Pagi itu sekitar jam sembilan, saya dan kedua teman saya yang baru saja menikmati pagi di Car Free Day Simpang Lima, rencananya ingin membeli majalah untuk keperluan tugas kuliah. Karena kemarin hari Minggu yang berarti jalan utama Kota Semarang ditutup untuk CFD, saya blusukan lewat jalan yang belum pernah saya lalui sebelumnya. Eh saya nyasar dan tembus langsung ke jalan besar yang bebas CFD. Karena bingung, saya ikutan berhenti aja tuh di lampu merah. Sambil nungguin lampunya hijau saya mikirin lajur lain yang bisa digunain menuju lokasi. Akhirnya saya ingat kalau nanti saya belok kiri, saya bisa sampai ke lokasi. Saya mengaku salah sih, lha wong kalau mau belok kiri harusnya tinggal jalan aja nggak perlu ikutin lampu merah-kuning-hijau. Sedangkan saya salah karena berada di lajur kendaraan untuk yang hendak lurus, bukan belok kiri. Oke setelah saya belok kiri, tiba-tiba ada polisi yang nyegat motor saya dan memberi isyarat agar saya berhenti. Setelah saya berhenti, polisi (yang nggak keliatan namanya karena ketutupan rompi neon apalah itu namanya) mengucapkan selamat pagi dan bertanya apa kesalahan saya.

“Kesalahan saya… emmm karena belok kiri?”

“Iya mbak, mari ikuti saya ke pos polisi”

Akhirnya dibawalah saya itu ke pos polisi dan anehnya (keanehan pertama) cuma saya aja yang disuruh kesana, teman saya nggak padahal kita sama-sama melanggar. Ok fine. Saya ke kantor polisi dan menyuruh kedua teman saya untuk pulang daripada nanti juga disuruh ke pos polisi. Tapi seorang teman saya pada akhirnya menemani saya di pos polisi. Sesampainya di pos polisi, pertanyaan pertama yang diajukan bapaknya adalah apakah saya mengetahui kesalahan saya dan apakah saya membawa surat-surat kelengkapan berkendara.

Nah di sini saya mengakui salah lagi. Saya yang berangkat pagi-pagi dari rumah jam enam dengan begonya lupa membawa dompet seisinya, yang berarti saya cuma bawa duit di kantong rok saya (yang tidak seberapa jumlahnya itu). Jadi, ya saya juga lupa bawa SIM dan STNK karena semuanya ada di dalam dompet. What a nice combination. Mata polisinya makin keliatan semangat begitu saya bilang SIM dan STNK saya tertinggal di dompet. Akhirnya mulailah kami ke topik utama di mana polisi menjelaskan pasal blablabla, yang di ujungnya polisi bilang kalau denda yang harus dibayarkan ke bank senilai sejuta. Sekali lagi SEJUTA. My Eyes! Keanehan kedua, setau saya denda sejuta itu denda maksimal bukan denda yang harus dibayarkan, tapi karena berhubung waktu itu saya panik, otak saya ngeblank gitu aja.

Lalu kemudian bapak polisinya mulai ke topik yang you know lah ya. Dengan suaranya yang agak diberatin sedikit bapak polisi berkata,

“Kami ngerti mbak duit sejuta itu nggak sedikit. Makanya kami menawarkan pilihan lain untuk memudahkan mbak. Mbak mau pilih mana, bayar sejuta ke bank, atau diselesaikan di sini aja?”

Teman saya terus nanggepin,

“Kalau diselesaikan di sini maksudnya gimana ya pak?”

“Ya berarti mbak cukup bayar di sini aja nanti nggak perlu bayar di bank”

“Oh gitu pak, bayarnya berapa emang pak?”

“Ya karena kalau sesuai pasal pasti keberatan, mbak mampunya bayar berapa?”

NAH KAN! Keanehan yang ketiga. Sudah jelas ini polisi cuma cari mangsa di tanggal tua.

Akhirnya saya bilang,

“Wah pak, kalau kasih uang saya nggak bisa ya, lha wong dompet saya aja ketinggalan, otomatis saya nggak bawa uang”

Lalu kemudian terlihat pak polisi ini sedang berdiskusi dengan pak polisi lainnya.

“Yaudah pak, biar saya telpon orang tua saya dulu ya”

Akhirnya saya telpon Abah dan menjelaskan detail kejadian, Abah saya bilang nanti akan ada temannya yang menyusul untuk membawakan surat kelengkapan saya. Abah juga berpesan untuk sidang saja, jangan mau kasih duit rokok ke polisi. Sambil menunggu, kira-kira setengah jam, saya dan teman saya sudah melihat ada tujuh orang yang digiring ke pos polisi, dan hanya satu dari mereka yang keluar membawa slip merah. Sisanya? Ya kalian tahu sendirilah ya. Keanehan keempat ini yang sempat mengganggu pikiran saya dan teman saya. Semua yang digiring ke pos polisi ini rata-rata mahasiswa. Dan salah satu di antaranya saya tanya nyogok polisi berapa? Dia jawab 130.000 rupiah. Bayangin aja itu enam orang dikali nominal segitu masuk ke kantong para polisi, hanya dalam kurun waktu setengah jam. Luar biasa ya.

Setelah teman Abah saya datang, kami langsung diberikan surat tilang. Ini keanehan yang kelima. Di awal kami datang ke pos polisi, kami diinterogasi tanpa diberi pilihan surat tilang. Oke skip skip skip selesai, saya diberi slip merah. Tapi saya akhirnya meminta slip biru karena setelah browsing-browsing, slip biru itu berarti saya mengakui kesalahan dan wajib membayar denda ke BRI. Sedangkan untuk slip merah berarti saya tidak mengakui kesalahan dan berhak untuk melakukan sidang. Awalnya saya dibilangin pak polisi untuk pakai slip merah saja karena lebih mudah. Tapi entah kenapa saya lebih percaya hasil browsing singkat saya di depan pos polisi. Masalah selesai, saya diwajibkan bayar denda ke BRI (dengan nominal yang masih belum diketahui, teller BRI yang tahu) pada hari selasa esok. Lalu ke polres untuk mengambil SIM C saya yang ditahan pada hari Jumat tanggal 26 Mei nanti (tolong ingatkan saya). Setelah itu saya tinggal mengambil kembali kelebihan denda di BRI. Memang ribet, tapi uangnya jelas masuk ke mana.

slip biru
Untuk memudahkan

Tapi… Kekhawatiran saya makin jadi begitu saya sampai rumah dan browsing-browsing lagi. Ternyata banyak sekali orang di forum kaskus yang curhat kalau idealismenya memilih slip biru berujung petaka. Rata-rata mereka mengeluhkan soal duit di BRI yang tidak bisa diambil kembali karena ada oknum-oknum polisi yang pintar sekali menarik ulur. Atau SIM/STNK mereka yang tidak bisa diambil karena disuruh ngefotokopi/mengganti slip biru ke slip merah.

Duh, saya yang baru pertama kali ketilang jadi makin bingung dan khawatir kalau apa yang terjadi sama orang-orang di forum kaskus bakal kejadian juga ke saya. Atau mungkin di antara para pembaca ada yang pernah mengalami nasib seperti saya? Bagaimana ya kira-kira baiknya? Help me. :’)

54 pemikiran pada “Saya Kena Tilang :(

  1. Aku udah khatam urusan tilang ke tilang kyaknya zah, yg prtma tmn gk pke helm, kdua nglanggar marka, ke tiga ambil lajur kiri di jalan tol, terakhir kurang 2 detik aku udah jln pdhal lmpuny msih merah 😰
    Aku akui aku yg kurang tertib sih..
    Oh ya aku pernah ikut sidang skli yg ksus pertma, ksus k 2,3 byar di tempat, kasus terakhir trf zah…
    Pokoknya kudu tenang, trus hub yg lbh paham, klo aku lgi buru-buru manut aja sm polisi biar cepet πŸ˜ƒ

    • Wah salut sama kak Kunu, bisa banyak pengalamannya ya dari seni tilang-menilang ini πŸ˜‚
      Masalahnya kemarin baru pertama kali ngerasain dihadang polisi jadi shock juga kak πŸ˜‚
      Ya doakan saja kak semoga diperlancar urusan tilang menilang ini, dan jadi banyak pelajaran yang bisa diambil dari kejadian ini :’)

      • Kamu tertiib bangeet zaah, salut πŸ‘
        Pokoknyaa tenang, trus hub yg lbh tau klo gk bsa d hub, km ikutin kta hati zah….
        Aamin, psti ada pmbljranya kok..πŸ˜‰
        Mogga lancaar dn moga knanya dikit πŸ™

      • Hehehehe iya dong kak harus tertib wkwkwk πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
        Siap kak, ini juga sudah baca-baca banyak referensi kak πŸ˜†

  2. kalo slip biru belum pernah minta. Tapi kalo slip merah sekarang alurnya lebih mudah.
    Jadi kalo ditilang, minta yang merah juga ga masalah. terus pas tanggal sidang (biasanya hari jumat) saran saya abis jumatan aja. dan sebelum jam 14.00. Sebelum ke kejaksaan (sampingnya maerokoco) bisa cek nomor tilang di webnya pengadilan tinggi.
    di kejaksaan tinggal nukerin sama mang mang nya buat ambil stnk/sim. dendanya 69.000 dan 1.000 buat operasional. 2000 buat parkir. jangan pake calo.

    • Wah gitu ya fif? Aku jadi merasa menyesal minta slip merah nih 😦
      Iya untuk masalah web aku udah ngerti sih, cuma masih khawatir soal transfer mentransfer ke bank BRI nya itu. Takutnya nanti transfer denda maksimal terus duitnya nggak balik fif 😦
      Mungkin aku coba caramu aja ya langsung datang ke kejaksaan, terus bayar di tempat. Makasih sarannya ya fif, sangat amat membantu! :’)

    • Bukan, maju lagi zah, di pos polisi soto ayam bangkong itu lho 😦
      Eh beneran duitnya balik lagi zah? Dulu kamu transfer ke BRI berapa ik? Terus ambil kembaliannya dimana? Di BRI nya kah?

  3. Saya sih klo kena tilang ya langsung bayar ke polisinya. Klo uangnya masuk ke kantong pribadi ya diiklasin aja. Soalnya saya pernah ke tilang gara2 nglanggar lampu merah di sidoarjo. Padahal saya udah protes karena tidak tahu soalnya lampunya rusak alias tidak menyala. Karena terburu-buru ya saya kasih aja denda 50 ribu. Mending bayar di polisinya aja sih nurut saya. Klo uangnya di korupsi dan nggak masuk ke negara ya saya nggak peduli. Lha wong itu pilihan yg ditawarkan penegak hukum kok. Entah benar atau salah, yg jelas di mata hukum itu sah-sah saja nurut saya.

    • Soalnya saya juga manut Abah kak, orang tua pasti lebih berpengalaman soal tilang menilang ini πŸ˜‚
      Memang kadang polisi sukanya cari-cari kesalahan ya kak, ya namanya manusia kalau dicari-cari kesalahannya pasti ketemu meski bikin mangkel :’)
      Pandangan yang menarik nih dari kak Shiq 😁

  4. wuah samaan bngt Ziza. Cinta dulu jg lupa bwa dompet pas ketilang krn ganti dompet lain dan blm smpet masukin SIM, STNK, tapi…wktu itu buru2 jd milih damai sja dan byr 100rb dg prtimbangan hitungan : lbh mahal kl ga naik motor dua minggu drpd sidang dan mgkn bayar dg nominal byar sgtu. Gtu aja sih.

    • Memang menyesakkan ya kak ditilang itu, aku semalam sampai kebawa mimpi segala πŸ˜‚
      Wah iya sih kak, tapi sidang sekarang motornya nggak ditahan kok, cuma memang beresiko sih ya naik motor tanpa SIM 😦
      Logikanya kak Cinta masih bisa main pas ditilang, aku karena pengalaman pertama jadinya panik maha dahsyat 😒

      • wkwkwk sampai kebawa mimpikah? Oh tidak 😱

        Loh sama loh dek Ziza, itu jg pengalaman prtama dan smoga mnjadi yg terakhir. Menyesakkan sih sbnrnya.

        Tp dek, bukannya kl mau tilang-menilang itu hrs ada surat resmi pemberitahuan operasi/razia? Kl cuma salah atau melanggar, seharusnya ga dikenai pasal tilang, hnya kena pasal melanggar sja. Tmn prnh kna pasal melanggar gtu, cuma 15rb dek.

        Lain kali cb tnya dek Ziza, mana surat resminya kl hr itu ada operasi / razia?

        Kl pas wktu q itu memang lg razia. Q yg murni salah, heee πŸ˜…

      • Iya nih kak, wajah pak polisinya masih terbayang-bayang sampai sekarang πŸ˜‚
        Wah ternyata pengalaman pertama ya kak 😢
        Itu kejadiannya di sebelah pos polisi kak, jadi bukan karena ada razia sih hehe. Para polisinya mata-matai dari dalam pos untuk cari mangsa πŸ˜‚ kebetulan aku lagi nggak beruntung waktu itu kak πŸ˜‚

  5. “Mata polisinya makin keliatan semangat begitu saya bilang SIM dan STNK saya tertinggal di dompet.” Hihihi πŸ˜‚

    By the way, abang jarang banget kena tilang. Sekalinya kena tilang, cuma dinasehatin, atau bayar cuma 10.000.

  6. Menurutku semua yang kamu lakukan sudah tepat za. Kurang tau beda merah atau biru itu, tetapi keberanianmu untuk maju ke sidang itu sekurang-kurangnya membantu mengurangi tindak polisi yang selewengan. Lagipun kalau membaca ceritam, kamu ngelanggar karena nggak ngerti kan. Yah, didoakan aja yang terbaik untukmu. Kukira harimu kemarin biasa-biasa saja haha

    • Sudah tepat tapi entah kenapa rasa khawatirnya masih membekas sampai sekarang kak πŸ˜‚
      Aku ngelanggar karena nggak ngerti kalau ada polisi yang sedang mengincar mangsa di posnya kak. Lagian tumben-tumbenan di hari Minggu yang cerah, masih jam 9, ada polisi yang udah ndekem di pos πŸ˜‚
      Aamiin kak, hariku kemarin Minggu amat sangat suram sebetulnya hiks hiks hiks 😒

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s