Umar dan Kisah Cinta yang Nelangsa

Terlahir sebagai seorang lelaki berwajah tampan, membuat Umar tak bisa lepas dari jeritan dan sorakan para perempuan yang menggilainya. Umar, siswa kelas XI yang sedang naik pamornya karena selain rupawan, ia adalah ketua OSIS yang rajin ke masjid. Di sekolah, Umar adalah sosok yang ramah dan supel bagi teman-temannya, juga sopan dan tahu tata krama jika sedang bersama guru.

Tapi untuk urusan cinta, Umar selalu nelangsa.

Alkisah suatu hari, di Minggu pagi yang sepi, ada sebuah keluarga yang tengah bingung hendak pergi kemana untuk menghabiskan hari Minggunya. Umar, yang di Minggu pagi sudah izin pergi hendak rapat OSIS, terpaksa tidak ikut family outing dengan keluarganya. Katanya sih rapat penting, jadi terpaksa absen quality time bersama keluarga.

Mari lupakan Umar untuk saat ini. Mari kita hanya fokus pada satu keluarga yang akhirnya memutuskan untuk menghabiskan hari Minggunya dengan berenang di salah satu desa yang jaraknya kurang lebih dua jam dari rumah. Dari pagi mereka sekeluarga berenang hingga sengatan terik matahari menjadi pengingat bahwa sudah saatnya untuk lekas mengambil handuk dan berganti baju. Selepas berenang, satu keluarga ini tentu saja merasa lapar. Mereka bergegas pulang sambil mencari warung yang sekiranya cocok untuk dijadikan tempat bersantap siang.

Setelah hampir satu jam di perjalanan, sebuah warung sederhana dengan menu sop buah sebagai andalannya tentu membuat satu keluarga itu langsung bermufakat untuk mampir kesana. Panas yang terik membuat mereka ingin meminum sesuatu yang menyegarkan tenggorokan. Mobil diparkirkan, lalu anggota keluarga turun dari mobil dengan perasaan senang tanpa kurang suatu apapun.

Tetapi….

Oke mari dilanjut dengan gaya bahasa saya sendiri agar supaya seru. Jadi, usut punya usut, saya juga merupakan anggota dari keluarga yang akan menikmati sop buah segar di warung tersebut. Saya yang turun pertama dari mobil langsung cus ke warung untuk, ya biasalah, mencari tempat duduk untuk delapan orang minus satu karena Umar, adik saya absen (karena katanya) sedang rapat OSIS. Begitu saya masuk, saya melihat ada sesosok makhluk yang menggunakan jaket yang mirip dengan jaket saya. Fyi, jaket itu adalah jaket angkatan saya semasa SMA. Jadi saya berpikir saya akan bertemu kawan lama saya di warung itu. Hati saya sudah senang dan bersiap menghampiri seseorang yang masih belum bisa saya tebak siapa dia karena posisinya memunggungi saya.

Entah semakin dekat, perasaan saya semakin tidak enak saja. Kiranya dua sampai lima meter jarak antara saya dengan seseorang itu, saya seketika terpengarah. Kaget bukan main. Alamaaak! Itu bukan teman saya! Itu adik saya! Adik saya si Umar pemilik tampang paling rupawan sekeluarga!

Bukan, saya nggak kaget karena ketemu Umar. Tetapi saya kaget ketemu orang di hadapannya Umar. Cewek boi, cewek! Berdua pula. How sweet. Ahahahaha.

Umar waktu itu kondisinya masih belum ngeh, diam-diam saya memutuskan untuk berbalik keluar warung dan menghampiri Abah. Apa yang saya lakukan? Tentu dong, sebagai kakak yang baik saya wadul (baca: ngelapor) ke Abah dan bilang kalau saya lihat Umar sama cewek sambil tunjuk-tunjuk dia. Sebelum Abah sempat ngehampirin Umar, Umar ternyata lebih dulu melihat Abah, dengan wajahnya yang cengengesan. Hehehehe, ketahuan hehehehe.

“Siapa ya yang tadi bilang mau rapat OSIS?” Kata Abah lumayan kenceng suaranya sambil ngelihatin Umar.

“Kok malah ketemu di sini ya” Lanjut Abah lagi, mulai ke mode serius.

Umar masih cengengesan, belum menjawab pertanyaan Abah. Lalu Abah duduk di samping Umar sambil menepuk bahunya Umar.

“Udah selesai Bah rapatnya, ini barusan pesen makan siang,” kata Umar masih dengan wajahnya yang cengengesan.

“Kalau udah ya langsung pulang, bukannya malah makan di sini, pakai berduaan segala,”

“Lha lapar, di rumah kan nggak ada orang…” Umar mencoba membela diri dengan wajah yang masih saja cengengesan.

“Terus itu siapa? Motor kamu dimana?”

“Anak orang kok dibawa-bawa”

“Tadi katanya rapatnya lama”

Dan segala jenis percakapan lain yang makin lama makin nggak kedengeran karena Abah ngomongnya makin pelan.

Di sisi lain, saya yang posisinya di depan Abah seperti sudah mengerti kalau urusan Umar dan cewek yang tidak jelas identitasnya itu biarlah jadi persoalan mereka berdua saja. Saya buru-buru memfokuskan diri ke adik-adik, bertanya pada mereka ingin pesan apa saja. Tapi apalah daya yang keluar dari mulut adik-adik hanyalah soal Umar…

“Mbak, itu pacarnya kak Umar ya?”

“Mbak, kak Umar dimarahin Abah ya?”

“Mbak, kan pacaran nggak boleh”

Dan entah berapa pertanyaan lagi yang keluar dari mulut polos mereka, saya akhirnya menyuruh mereka memesan makanan dan menunjukkan gambar-gambar sop buah yang menyegarkan agar fokus mereka teralihkan.

Setelah kondusif, saya coba curi-curi dengar percakapan Abah dan Umar, tapi nihil. Akhirnya saya coba intip-intip cemewewnya. Dia sibuk memainkan HP-nya sejak kami datang. Kalau saya terka dari gestur tubuhnya, dia pasti grogi setengah mati, bingung setengah mampus, pengin pergi tapi gengsi. Ya begitulah, kalau saya ada di posisi dia juga saya bakalan diam seribu bahasa.

Pada akhirnya, masalah diselesaikan di rumah yang berarti, ada jeda yang sangat awkward di antara Umar, cemewewnya, dan juga Abah di warung sop buah. Awkward sekali, sampai-sampai cemewewnya Umar sama sekali nggak menyentuh makanan dan minuman yang dipesannya.

Bayangin aja, kami bisa bertemu di warung antah-berantah yang kondisinya sama-sama jauh dari tempat kami berenang, sekolahan Umar tempat Umar rapat OSIS, dan rumah tempat tinggal kami. Kok bisa ya? Kan lucu, saya setiap kali ngingetnya aja saya bisa ketawa terus. Berasa sinetron banget hahahaha.

Dan btw, kisah cintanya Umar ini nggak cuma ketahuan sekali lho, tapi tiga kali. Dengan peristiwa yang nggak kalah lucu hahaha. Itulah mengapa saya sampai bilang kisah cintanya Umar nelangsa sekali, karena selalu ketahuan sama kami. :’)

Buat yang penasaran sama Umar, ini saya kasih foto tertampannya dia…

1412077417909
Umar yang pakai kerudung putih, tebak siapa yang suruh Umar pakai kerudung hayo?

Eh salah, yang benar yang ini

14309762_1375059649210883_5976665705003614208_n
Definisi tampan rupawan
16124318_370120346680958_2470742811050246144_n
Tapi punya kisah cinta yang nelangsa :’)

56 respons untuk โ€˜Umar dan Kisah Cinta yang Nelangsaโ€™

  1. Ha ha ha…. Di atas namanya kebetulan yang tidak menyenangkan. Jadi penasaran sama ceeweknya. Gimana rasanya tiga kali ketahuan sementara si cowok gak boleh pacaran sama ayahnya.

    • Iya kak, dan kebetulannya bisa sampai kejadian tiga kali, mungkin memang sudah takdirnya Umar punya kisah cinta nelangsa ๐Ÿ˜‚
      Iya ceweknya masih sayang kali ya kak sama si Umar, tiga kali ketemu masih dengan cewek yang sama, sampai sekarang pun masih sama dia ๐Ÿ˜‚

    • Umarnya masih SMA kak ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
      Duh kak Yusuf ini mentang-mentang udah married ya, lagi mesra-mesranya sama istri pasti nih sekarang ๐Ÿ˜‚

      • Yaa berarti nanti kalau udah pulang kerja, udah ada yang menyambut wajah lelahnya kak Yusuf sepulang kerja. Beda sama dululah ya nggak ada yang nyambut ๐Ÿ˜‚

      • Nikah dulu, tapi belum serumah.. Plus jangan hamil dulu.. ๐Ÿ˜น

        Banyak positifnya loh, kalau mau pacaran gak jadi dosa lagi, pahala malah.. Terus Umar pasti jadi semangat hidup biar segera sukses dan bisa serumah.. ๐Ÿ˜€

      • Nah itu yang berat kak Yusuf ๐Ÿ˜‚
        Banyak positifnya memang kak, tapi masih belum ada bayangan aja ini Umar kalau nikah bagaimana hidupnya kelak, kasihan sama perempuannya sih kak lebih tepatnya ๐Ÿ˜‚

      • Kalau gitu lebih baik putus. Ane pribadi kasihan juga ama ceweknya kalau terus pacaran. Dosa iya, langgeng sampai nikah juga gak pasti..

        Bukan berarti ane menganggap adik kamu bukan cowok baik-baik ya..

        Ah, tapi dunia ini memang penuh godaan. Pacaran pasti menyenangkan.

        Tugas ane beres ya. Hanya mengingatkan. ๐Ÿ™‚

        Karena kalau sudah diingatkan, dosa ditanggung oleh masing-masing individu manusia. ๐Ÿ™‚

      • Bisa berubah kok Ziza in syaa Allah.. Banyakin doa dalam diam, karena doa kebaikan bagi saudara seiman yang tidak diketahui (oleh orang yg didoakan) mustajab.. In syaa Allah, Bi iznillah.. ๐Ÿ™‚

  2. Umarnya udah tau belum nih kamu bikin ginian za? Kalau aku jadi doi pasti malu setengah mati gara-gara diceritain ke banyak orang, menyaingi malu cemewew di atas ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
    Aku rasa ia pikirannya nggak akan pernah tenang kalau ngajak/diajak jalan cemewew lagi. Kepikiran masa lalu yang pait-pait-sepet. Mana punya adek-kakak yang gampang keluyuran pula wkwk

    • Jelas belum tau kak, kalau pun udah tau semoga memberikan efek jera dan berujung pada kebaikan Umar sendiri ๐Ÿ˜‚
      Yak mungkin karena sudah tiga kali tertangkap basah, Umar jadi lebih hati-hati kak untuk urusan ehem-ehemnya ๐Ÿ˜‚
      Gampang keluyuran darimana coba ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

      • Yak. Baguss. Kalau aku punya adik laki2 juga pasti seneng banget kalau bisa mergok kasus beginian ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

        Ketangkep 3 kali itu rasanya luar biasa wkwk. Kamu harus lebih hati-hati terhadap kehati-hatiannya kalau gitu za

      • Sayangnya nggak punya ya kak ๐Ÿ˜‚ hati-hati malah kak Fadel nanti yang kepergok ketiga adiknya (plus abah umi) ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
        Wkwkwk siap laksanakan semut hitam! ๐Ÿ˜‚

      • Iyaaa…
        Kalau masalah kepergok aku nggak akan khawatir. Adik2ku nggak boleh keluar jauh. Abah umi juga nggak akan percaya kalau anak perjakanya bisa ngomong wajar depan perempuan ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

        Lhoo.. Harusnya aku sedih ya wkwk

      • HAHAHAHAHAHA ngikik ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
        Duh aku turut prihatin jadinya ini, tapi kenapa malah ketawa bukannya kasihan ๐Ÿ˜‚
        #akumemangjahat

  3. Kita sama Umar, sayangnya saya cuman nelangsa doang, tampannya jatuh dicerap tanah. Hehehe

    Menarik. ๐Ÿ‘

  4. […] jadi menyadari satu hal, saya punya kisah cinta yang nelangsa. Jauh lebih nelangsa ketimbang Kisah Cintanya Si Umar. Sebut saya tidak tahu malu karena akan menceritakannya di sini, tapi saya rasa ada baiknya saya […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s