Pencuri Cinderella

Sebenarnya ini kejadian udah lama banget sih, waktu masih SMA. Jadi waktu itu di senja yang menjemukan karena saya sedang belajar, Umi tiba-tiba datang ke kamar saya dengan wajah kebingungan. Umi lalu bertanya (kurang lebih percakapannya begini, saya ingat-ingat-lupa sih),

“Jar, kamu lihat blackberry-nya umi nggak?”

“Enggak mi, ilang ya?

“Nggak tau ini, tadi umi taruh di lemari ruang tengah kaya biasanya, kok nggak ada”

“Udah coba di misscall belum mi? Paling ketelingsut atau umi lupa naruhnya”

“Udah ditelepon, masih aktif, tapi suaranya nggak ada”

Setelah Umi membujuk akhirnya saya mencoba misscall nomornya Umi untuk mencari tahu keberadaan HP-nya. Benar kata Umi, suara ringtone HP-nya nggak kedengaran di seisi rumah. Paniklah Umi, tapi emang dasarnya saya waktu itu lagi belajar, jadi saya memutuskan untuk meyakinkan Umi kalau HP-nya ketelingsut. Lalu saya pamit kembali ke kamar untuk melanjutkan belajar.

Entah beberapa lama kemudian, terdengar sayup-sayup kehebohan dari luar. Karena penasaran, saya akhirnya keluar dan ternyata betul, di ruang tamu sedang terjadi percakapan serius soal HP-nya Umi. Di sana ada Umi dan dua karyawan Abah yang sedang berbincang menggunakan Bahasa Jawa, yang intinya HP-nya Umi itu nggak hilang tapi dicuri. Kenapa dicuri, ada beberapa hal yang mencurigakan seperti:

1.Umi yakin betul kalau Umi menaruh HP-nya di ruang tengah (yak pokoknya Ibu selalu benar)

2. Posisi pintu rumah yang sedikit terbuka (padahal biasanya ditutup). Sebelumnya biar saya jelaskan, jadi posisi ruang tengah itu ada setelah ruang tamu, pencurinya bisa masuk tanpa ketahuan karena kebetulan orang rumah lagi pada sibuk di ruang belakang. Juga karena dulu masih belum ada pembatas antara ruang tamu dan ruang tengah.

3. Karyawan yang sedang bekerja di depan rumah sempat melihat ada seseorang yang masuk ke gerbang rumah

4. Karyawan tidak merasa curiga karena seseorang itu menyapa karyawan dan tersenyum seolah menunjukkan kalau seseorang yang datang itu tamu yang dikenal oleh Abah atau Umi saya

Dan ada satu keanehan lagi yang cukup jenaka

5. Ada satu sandal bermerek Swallow berwarna hijau, tetapi hanya satu buah saja, tidak ada pasangannya (kayak saya sekarang)

6. Ketika ditanya ke seluruh anggota keluarga di rumah, tidak ada yang merasa memiliki sandal Swallow tersebut

Lalu dari keenam poin di atas, akhirnya Umi berkesimpulan ada pencuri masuk ke rumah dan mengambil HP-nya Umi. Segera kakak dan salah seorang karyawan pergi mengelilingi gang-gang di sekitaran rumah untuk mencari pencuri yang identitasnya diketahui memakai celana sependek lutut bermotif batik, kaos polos, dan tentunya sandal yang tinggal satu buah saja. Tapi setelah mengelilingi gang sebanyak dua kali dan menduga dua orang yang memiliki ciri-ciri yang hampir sama, hasilnya nihil. Kedua orang yang dicurigai terbukti tidak bersalah karena ketika kakak saya coba menelepon nomor HP-nya (masih aktif sumpah, ini pencurinya nggak mudeng kali ya cara matiin HP tuh kayak gimana), tidak terdengar suara ringtone atau getar HP-nya Umi. Akhirnya pencarian dihentikan dan Umi pasrah. Nggak papa, cuma HP doang kok yang hilang.

Paginya, jam enam saya akan berangkat sekolah. Seperti biasa, sebelum berangkat saya salim dan meminta uang saku ke Abah. tapi entah kenapa Abah bilang hari ini jangan minta uang saku dulu. Saya tanya kenapa? Ternyata… Dompet dan seisinya kepunyaan Abah juga ikut dirampas sama si pencuri sialan itu. Dompet kesayangan Abah hadiah ulang tahun dari Umi, hilang begitu saja padahal belum lama dipakai. Sedihnya lagi, saya jadi tidak dapat uang saku untuk hari itu. Usut punya usut, ternyata dompetnya Abah ditaruh persis di sebelah HP-nya Umi yang hilang. Alamak, pantaslah kalau hilang. -_-

Sepulang sekolah ketika makan, saya dikabarkan kalau ada orang RW sebelah yang menemukan dompetnya Abah dan berbaik hati mengembalikannya. Ceritanya, dompetnya Abah ternyata ditemukan di pasar yang jaraknya lumayanlah, sekitar 15 menitan dari rumah. Dompet ditemukan dalam keadaan semua kartu masih lengkap, hanya uang kertas saja yang hilang, uang recehnya pun nggak diambil lho btw. Alhamdulillah, pencurinya masih baik hati ambil uang kertasnya aja. Dan ternyata masih banyak orang baik di sekitar lingkungan keluarga kami.

Soal HP-nya Umi memang sampai sekarang masih menjadi misteri yang belum terpecahkan. Pencurinya pun mungkin saja masih berkeliaran di sekitar lingkungan rumah kami. Entah sudah insyaf atau belum, doakan saja dia bertaubat nasuha setelah mencuri HP dan dompet di rumah kami. Nah, yang bikin saya kepikiran sampai sekarang dan mengganjal di pikiran saya itu malah soal sandal jepit yang tinggal satu buah aja. Kan kocak ya, berasa pencurinya jadi Cinderella kali ya, kok bisa-bisanya ninggalin satu buah sandal Swallow hijaunya di depan rumah kami. Masih mending dua-duanya ditinggalin, kan seenggaknya masih bisa dipakai sama Abah saya ke masjid. Atau hitung-hitung barterlah ya. Pencurinya dapat uang sama HP, kami dapat sepasang sandal jepitnya.

Lah ini, tinggal satu buah sandal jepit Swallow doang bisa buat apa? Paling juga cuma jadi alas standart motor biar lantai nggak lecet. Ahahaha. -_-

Entah karena pencurinya tergesa-gesa atau mungkin pencurinya memang punya suatu kepercayaan. Ada mitos di sekitar lingkungan yangΒ saya dengar kalau meninggalkan satu buah sandal di tempat yang dicuri oleh pencuri itu menambah tingkat keberhasilan dalam mencuri. Kami juga tidak tahu apa motif sebenarnya dari pencuri yang meninggalkan satu buah sandal jepitnya. Tapi saya kok lebih setuju kalau pencuri ini dulunya punya cita-cita jadi Cinderella tapi nggak kesampaian. Oke sekian. HAHAHAHA.

~~~

Saya ada quotes penambah semangat untuk malam ini nih, siapa tahu berguna:

“BESOK HARI SENIN”

 

58 pemikiran pada “Pencuri Cinderella

  1. Haha emang ada yah? kalau ninggalkan satu buah sandal di tempat yang dicuri oleh pencuri itu menambah tingkat keberhasilan dalam mencuri?

    bisa dicoba nih, sapa tahu saya bisa mencuri perhatian si doi *eh

    • Iya Fik, mitos di lingkungan rumahku sih gitu, aneh memang ya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
      Ahelah sa ae kamu Fik, lebih asyik mencuri soal SBMPTN buat besok Fik, wkwkwk πŸ˜‚
      Semangat ya besok untuk ujiannya! 😎

  2. Setelah berkali-kali merasa kehilangan barang, sempat suudzon sama pencuri entah siapa dan di mana, pada akhirnya itu barang ditemukan di rumah jua. Pengalaman2 ini jadinya membuatku selalu positif kalau barang yang hilang itu pasti ada di rumah :”)

    Tetapi untuk kasusmu sepertinya memang benar ada orang yang masuk dan ngambil ya. Biarpun pintu terbuka, masuk di siang/sore ke rumah orang seperti itu nekat banget. Belum tentu pula di ruang tengah itu sang Cinderella menemukan barang berharga. Kok rasanya beruntung banget yah huhu

    Btw kenapa nggak dilanjutin bikin sayembara za? Yang menang dapet blackberry lagi wkwk. Bikin pengumuman ke seluruh wilayah sekitar China tentang sayembara itu. Nah, kalau banyak yang udah tau pada excited kan tuh. Tugas kamu tinggal cocokin sendalnya satu-satu ke kaki orang sambil bilang “Yak, lanjut…” Lengkaplah dongengmu itu. Cinderella pun hidup bahagia selamanya… karena akhirnya bisa bbm-an via 2 hape. Tamat.

    • Pasti yang menemukan Umi ya kak? *tos* *the power of emak-emak*
      Sayangnya rumahku masih belum dilengkapi cctv kayak Indomaret sebelah rumah 😒
      Nah, aku sih curiga pencurinya itu salah satu teman atau kenalan Abah Umi, karena kalau dia ketahuan mau nyuri, pasti ada alasan lain untuk tetap tinggal di rumah tanpa harus ketahuan mencuri, yaitu dengan bersilaturahmi. Lagi beruntung aja itu pencurinya ya kak πŸ˜‚

      Soal sayembara….
      Ada ide gila nan ajaib lainnya lagi nggak kak? Entahlah isi otaknya kak Fadel itu apa sih sebenernya? 😒
      Yakali nyocokin ukuran sandal Swallow, nggak ada berkelas-berkelasnya meski dilakuin di lingkungan Chinaku itu 😒
      Untuk ending, biar kuserahkan pada yang maha memahami kak Fadel saja, pasrah ini πŸ˜‘

      • Beberapa kali sih. Tapi lebih sering aku yang nemuin sendiri akhirnya. Kalau udah nemu sendiri, lebih baik diem seribu bahasa πŸ˜‚πŸ˜‚

        Selama ini aku berpikir terlalu baik sepertinya πŸ˜‚πŸ˜‚ Cocok sekali za kamu tinggal di Jakarta. Nggak gampang dipermainkan orang lagi wkwk

        Lupain aja sayembara itu πŸ˜‚πŸ˜‚

      • Hmm, curiga ini kak Fadel sepertinya ada turunan sifat keibu-ibuan yang bisa menemukan sesuatu sendirian πŸ˜‚
        Habisnya…. Siapa juga yang mau percaya sama ide sayembaranya kak Fadel sih? Siapa? πŸ˜‚
        Lagian udah abad 21 masih aja dibahas sayembara segala πŸ˜‚

  3. Kjdianny sm zah kyak pcrku, hpnya bsa ilang d dalem rumah di jam aktif (org gk pda tdr mksudnya), jmn skrg org buat jhat nekaaaaat bner yak 😱😱😱😱 alhmdulillah dmpet abahmu ktmu, klo aku lbh bngung khlngan dmpet krtu dr pda uangnya πŸ˜’πŸ˜’πŸ˜’

  4. pencurinya ceroboh sekali yah, masak meninggalkan barak bukti sembarangan, hehehe
    Ya, untung saja dompetnya ketemu, mending kehilangan barang dari pada harus kehilangan surat-surat berharga seperti KTP dan lain-lainnya. #nggak nyaranin mending kehilangan loh yah πŸ˜€
    soalnya terlalu ribet untuk ngurusin surat-surat itu kembali.

    • Entah sengaja atau tidak sengaja juga sih kak Nur meninggalkan barang buktinya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
      Iya bener kak, baiknya itu pencuri cuma ambil duitnya aja, ngerti kali ya kalo ngurus segala kartu semacam sim ktp stnk dan kartu bank itu sulit kalau udah hilang πŸ˜‚

  5. Sekarang ini memang orang pada berani. Nyuri kapan pun nggak peduli siang atau malam ramai atau sepi. Anggap aja sedekah za, mungkin pencurinya benar-benar butuh. Lagian sesekali kehilangan akan menyadarkan kita klo harta sekadar titipan. πŸ˜€

  6. Ketelingsut, saya suka kata ini, hahhaha

    Kisah yang menarik, menegangkan, penuh misteri, tapi lucu. Semoga malingnya baca postingan ini.

  7. 5. Ada satu sandal bermerek Swallow berwarna hijau, tetapi hanya satu buah saja, tidak ada pasangannya (kayak saya)

    ^^^
    Nanti daftar pasangannya dicabut dari lauhulmahfudz lho?! Hehehe

    • Waduh oke kak Pungkas saya edit dulu jadi (kayak saya sekarang)
      Terima kasih untuk pengingatnya, semoga belum keburu dicabut dari lauhulmahfudz kak 😒

      • Apakah mengedit yang di sini akan mengedit yang di (S)ana?

        Kalau bisa, aku mau deh. πŸ˜‚

        Nahloh?

      • Duh kak Pungkas ini nakut-nakutin πŸ˜‚
        Bukannya yang namanya takdir mutlak seperti kematian dan jodoh itu nggak bisa diubah dari awal ya kak? *mikir keras ini*
        πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      • Kesimpulannya, bahwa di bumi ini ada ruang untuk bergurau “seperti saya gak ada pasangannya” yang tentunya semua telah Tuhan tetapkan ‘kadarnya’ mengenai ‘pasang-pasangan’ tetapi, bukan hanya presiden namun Tuhan juga Punya Wewenang/Prerogratif, maka Dia bisa saja mengubah apa yang telah ditetapkan.

        Masih mau bergurau atau serius?
        Mending beriman aja. Hehehe

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s