Melepaskan

I wondered how you still remembered me

I heard you settled down and that you married happily

Do you remember when I told you

That I’d love you to the bottom of the sea

Yeah I know I know it’s over

But I guess that’s just the way it has to be

Rasanya baru kemarin aku menerima undangan pernikahanmu. Rasanya baru kemarin aku tersenyum menyelamati pernikahanmu. Rasanya baru kemarin aku kurang ajar menangisi salah satu momen paling bahagiamu.

Tadi aku melihatmu, dengan istri dan anak perempuanmu yang giginya baru tumbuh satu. Kamu menggendong anakmu sambil menggenggam erat tangan istrimu. Lalu kamu tersenyum, ah senyuman itu, senyum yang terekam abadi dalam memoriku.

Rasanya baru kemarin aku mendengarmu mengucap terima kasih karena sudah menyempatkan hadir ke pernikahan sederhanamu.

Tadi aku melihatmu, sedang menuntun istrimu yang perutnya sudah tidak sekecil dulu. Anak perempuanmu akan punya adik lucu. Dan entah sekelebat aku mengingat kamu dulu sering menertawakanku. Berkata wajahku seperti anak kecil yang sedang merengek meminta susu.

Rasanya baru kemarin aku melihatmu mengecup kening istrimu setelah akadmu.

Tadi aku melihatmu, memamerkan satu lenganmu yang kokoh saat menggendong anak perempuanmu. Aku jadi ingat aku selalu menyukai gayamu melipat kemejamu hingga ke siku.

Rasanya baru kemarin aku melihatmu bersanding dengan istrimu dan saling tersipu.

Tadi aku melihatmu, melambaikan tanganmu dengan posisi tangan kanan menggendong anakmu dan tangan kiri menggandeng istrimu. Terlihat seperti bukan lambaian, tapi lambaian tanganmu itu, lambaian yang selalu kamu tunjukkan hanyaΒ untukku.

Rasanya baru kemarin aku patah hati karenamu.

Kini kamu sudah di depanku, tersenyum memamerkan gigi putihmu.

Lalu aku membalas senyummu.

Menyalami istrimu.

Dan mencubit pelan pipi anak perempuanmu.

Rasanya hari ini aku belajar, bahwa melepasmu adalah keputusan terbaik dalam hidupku.

Janji menulis malam ini sudah lunas ya!

71 pemikiran pada “Melepaskan

  1. Imajinasiku,
    “Lalu kau memamerkan gigi putihmu,
    dan aku tahu, kau ternyata menggunakan pemutih gigi, mau ku tanyakan di dokter gigi mana…”
    Hahahahaha…

    Joke, joke…

    • Ahahaha, saya sudah menebak bakal ada yang komentar soal kata gigi putih itu kok kak πŸ˜‚
      Itu diputihkan di dokter gigi sebelah rumah kak, entah dokter gigi beneran atau ahli gigi yang sok-sokan jadi dokter gigi bersertifikasi πŸ˜‚

  2. Yg penting gak beneran deh ya πŸ˜‚, klo beneran yasudah gak papa kudu ikhlas, kuat, dan ambil hikmahnya aja, soalnya emang hidup gitu, gk selalu berjalan sesuai dengan apa yg kita kehendaki 😊

      • Ada sih zah, malah dy kasih undanganny ke aku langsung sama calon istrinya, pdahal bilangnya sendrian yasudah belagak cuek aja, trus waktu knalan sm istrinya aku bercandain “oh ini toh anak kalimantan yg beberapa mnggu yg lalu kmu lamar itu, cantik yaaa” pdahal aku tau bgt si pacrny tetanggany (ank jatim, bkn klimntan) dy πŸ˜‚

      • Waduh pengalamannya kak Kunu superb sekali πŸ˜‚
        Masih nggak bisa bayangin gimana sakitnya dikasih undangan langsung dari dia dan calon istrinya πŸ˜‚
        Namanya perempuan, pura-pura nggak tau padahal udah sampai dasar laut stalkingnya πŸ˜‚

      • Huaha, rasanya ya lucu aja gtuuuu… Ngapain coba ngasiin langsung, buang waktu dy aja, pdahal aku mnta di krimin soft copynya aja, aku jga udh bilang, gk ush undangan langsungpun klo smpet aku dtg, tp dy nekat yaudah aku kerjain πŸ˜†πŸ˜„πŸ˜…

      • Iya ya kak, kirim email sepertinya udah sangat cukup. Mungkin ada indikasi doi mau nunjukin calon istrinya entah dengan alasan apa πŸ˜‚
        Untung sama kak Kunu dikerjain ya πŸ˜‚

  3. Aq pikir ini beneran..eeh fiksi ya. Jika beneran pun, saya cuma mau komen : mohon bersabar, ini ujian β˜ΊπŸ˜€

  4. Lho za kamu pernah ditinggal nikah gitu ta? Wah kok aneh bacanya. Nggak ngira sama sekali. Soalnya profilmu itu anak baik2 yg nggak punya masalah seserius ini.

    • Bukan kak Shiq, itu aku nulis dari lirik lagunya Kodaline yang judulnya Moving On πŸ˜‚
      Iya kak, aku memang anak baik-baik yang nggak pernah punya masalah serius kok

  5. 😏😏😏😏😏😏😏😏😏😏😏😏😏😏😏😏😏😏😏😏😏😏😏😏😏😏😏😏😏😏😏😏😏😏😏😏😏😏

  6. Apa-apaan sih ini wkwk
    Btw itu nawaitu sekali tiap kalimat akhirannya -u πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Nggak yakin deh ada janji menulis yang jenis begini. Ini cuma pelarian aja kan za supaya bisa mosting curhatan menyayat hatiiiii iiniii

    • Tuh kan komentarnya kak Fadel yang apa-apaan di sini πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
      Suer ini janji menulis, ternyata selama ini ada yang kangen sama tulisan-tulisanku πŸ˜‚ *starsyndrom*
      Nggak, ini nggak pelarian atau curhatan, tapi mau berapa kali aku bilang nggak, pasti kak Fadel nggak akan percaya πŸ˜‘

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s