Mengurus Tilang di Semarang

Akhirnya hari ini saya punya SIM C lagi!

Setelah beberapa minggu sebelumnya saya sempat menulis postingan soal pengalaman kena tilang di Semarang, kali ini saya mau membahas soal bagaimana prosedur mengurus slip merah atau slip biru untuk mendapatkan kembali SIM dan STNK.

Waktu itu saya ditilang pada tanggal 30 April 2017, dan saya diberikan slip biru beserta jadwal sidang pada tanggal 26 Mei 2017 yang jatuh pada hari ini. Pak Polisi sempat memberitahu saya untuk mentransfer sejumlah uang (yang nominalnya saya nggak tahu berapa, teller bank yang akan memberitahu nantinya) pada hari Senin di Bank BRI terdekat. Tetapi pada akhirnya saya tidak mentransfer karena dua alasan; yaitu pertama, setelah browsing di internet, membayar denda tilang bisa dilakukan di Kejaksaan langsung tanpa harus transfer. Kedua, saya nggak mau ribet dengan mentransfer denda maksimal ke BRI lalu ke Kejaksaan lalu kembali lagi ke BRI untuk mengambil kelebihan uang saya di sana.

Prosedur yang harus dilakukan ketika kita sudah mendapatkan slip merah atau slip biru adalah:

1. Menanyakan kepada Polisi kapan jadwal sidang kita berlangsung jika Polisi lupa menyampaikannya.

2. Slip biru atau slip merah rasanya sama saja. Bedanya hanya di, jika slip biru dan kita memutuskan untuk transfer uang denda duluan, setelah mengambil SIM atau STNK biasanya harus ke BRI lagi untuk mengambil kelebihan uang dendanya. Lebih ribet memang, makanya saya bayar langsung ke Kejaksaan aja meskipun ditilang pakai slip biru.

3. Di pagi hari ketika jadwal sidang kita berlangsung, silakan cek situs resmi Pengadilan Negeri di kotanya masing-masing. Kalau di Kota Semarang bisa cek di sini. Di situs itu akan ada file yang berisikan nama-nama orang yang memiliki jadwal sidang setiap minggunya, bisa didownload karena berbentuk pdf.

4. Setelah di download, silahkan tekan CTRL + F lalu ketikkan nama kita sendiri agar tidak repot menscroll, karena ada hampir 3000-an nama orang di file tersebut dan memiliki jadwal sidang yang sama seperti kita juga.

5. Setelah menemukan nama kita, biasanya akan tertera seperti ini,

tilang
Nama saya typo -_-

6. Di sana akan tertera jumlah nominal denda yang harus dibayarkan ke Kejaksaan dan nomor urutan. Nomor urutan itu tolong diingat dengan baik dan kemudian dituliskan besar-besar (agar paling tidak terbaca) di slip biru atau slip merah kita supaya bisa dilihat oleh petugas di kejaksaan.

7. Setelah itu langsung saja datang ke Kejaksaan, kalau di Semarang lokasinya ada di depan Museum Ronggowarsito. Tolong diingat, tidak perlu lagi ke Pengadilan Negeri karena di sana kita hanya diberi instruksi untuk melihat nomor urutan kita (yang sudah tertera dengan jelas di situs resminya Pengadilan Negeri).

8. Di jadwal sidang kita berlangsung, kita bisa datang kapan saja dari jam 08.00-15.00, tetapi saya disarankan Afif untuk datang sehabis dhuhur saja, dan ternyata memang lebih enak kalau datang setelah dhuhur, tidak terlalu ramai.

9. Setelah itu slip biru atau slip merah kita bisa segera dimasukkan ke loket yang tersedia di Kejaksaan untuk ditumpuk dengan slip orang-orang lain.

10. Lalu kita hanya akan disuruh duduk manis dan memperhatikan. Nah nomor yang sebelumnya kita tulis di slip biru atau slip merah kita tolong diingat baik-baik ya! Karena petugas hanya akan memanggil berdasarkan nomor itu bukan nama. Di sinilah ketajaman telinga dan kesabaran hati kita akan diuji.

11. Setelah nomor kita dipanggil, siapkan uang denda kita dan segera menuju ke loket atau sumber suara untuk membayarkan denda dan mengambil SIM atau STNK kita kembali. Saya hanya di denda 80.000 rupiah lho.

12. Selesai. Kita bisa pulang dengan hati berbunga-bunga kemudian ditagih membayar parkir 3000 rupiah setelah itu.

Pengalaman saya tadi sih, saya datang ke Kejaksaan jam satu siang lebihlah ya, karena saya yang masih awam ini awalnya berangkat ke Pengadilan Negeri dan di sana nggak ngapa-ngapain selain bayar parkir. Hati-hati, banyak calo di Pengadilan Negeri yang menawarkan diri dengan jaminan SIM atau STNK kita kembali hanya dalam waktu satu jam saja. Jadi memang baiknya langsung ke Kejaksaan, di sana calo tidak terlalu menampakkan dirinya. Sekiranya dari jam setengah dua, saya tidak perlu menunggu cukup lama karena pada jam setengah tiga, nomor saya sudah dipanggil dan akhirnya saya mendapatkan kembali SIM C saya!

Ketika saya menunggu nomor dipanggil, beberapa kali saya sempat bertanya ke orang-orang di sekitar saya. Bertanya sudah berapa lama mereka menunggu, ada yang menjawab dari jam delapan pagi, setengah sembilan, jam sepuluh, dan nomor mereka masih belum juga dipanggil. Mereka (yang saya tanya) akhirnya dipanggil dan hanya berkisar sekitar 10-20 menitanlah, nomor saya akhirnya dipanggil juga. Jadi memang baiknya datang tepat jam satu siang saja. Bisa makan siang dulu di rumah, bisa kuliah dulu, bisa tidur dulu. Ketimbang dari pagi antre dan sampai siang nomornya juga belum dipanggil ya kan? #Tips

Yak, itulah pengalaman pertama saya kena tilang dan langsung mengurusi segala urusan tilang seorang diri. Prinsipnya adalah sabar dan teliti. Jangan pakai calo hanya untuk mengambil SIM atau STNK doang, sayang uangnya. Juga, jangan mau nyogok Polisi kalau ditilang ya! Karena urusan slip biru slip merah ini sebetulnya mudah sekali. Sudah lebih murah, lebih baik juga ketimbang harus menyogok, kan?

UPDATE!

Bulan Desember 2017 salah satu teman saya mengabari kalau sistemnya sedikit berubah. Jadi kata teman saya, di Kejaksaan nanti kita tidak perlu lagi menulis nomor antrian kita di slip biru atau merahnya, karena nanti prosedurnya habis parkir, kita langsung saja ke pos satpam dan nomor kita akan ditulis oleh petugas di sana. Setelah itu, slip biru atau slip merahnya langsung kita taruh di sebuah kotak berwarna hijau di loket. Kalau saya dulu ada dua loket, tapi teman saya mengabari sekarang sudah ada tiga loket. Jadi tentu saja menunggunya bisa lebih cepat, teman saya hanya perlu menunggu lima menit saja nomornya sudah langsung dipanggil lewat pengeras suara. Lalu teman saya menambahkan, jika memang tidak bisa antri kelamaan, slip biru atau merahnya bisa difotokopi terlebih dahulu untuk ditinggal, kemudian di hari setelahnya yaitu pada Hari Senin, SIM atau STNK kita bisa langsung diambil. Oh iya, teman saya bayar parkirnya juga 2.000 rupiah saja tidak seperti saya dulu 3.000 rupiah. Semoga membantu! 🙂

50 respons untuk ‘Mengurus Tilang di Semarang

  1. Murah ternyata cuma 80 ribu saja. Tapi sekarang di tempat saya sudah jarang ada tilang menilang, kecuali klo gak pake helm. Soalnya rata2 orang di pedesaan ya ngomongnya polisi cari duit sekalipun mereka tidak punya sim. Kecuali jam pagi saja biasanya ada polisi yg jaga diperempatan lampu merah. Selain itu jarang liat pak polisi. Mereka adanya di kantor polisi terus hua ha ha……

    • Iya kak Shiq lebih murah ketimbang kasih duit polisi 😂
      Enaknya yang jarang ada razia… Kemarin tiga minggu berturut-turut di depan rumah saya selalu ada operasi candi kak, jadi was-was juga karena SIM nya masih belum di tangan 😂
      Kalau yang di lampu merah biasanya cuma mengatur nggak sampai tilang segala kan ya kak?

      • Klo nemu pelanggaran yang bakal ditilang dulu. Cuma saya liat akhir2 ini polisinta udah cuek saja dan tidak lagi nilang. Mungkin karena banyak protes dari masyarakat sekitar.

  2. De’… namamu itu sebetulnya siapa sih… Untung adikku ini sudah pengalaman duluan, jadi aku besok kalau seperti ini cukup wa gini ” De’… tolong dong urus sim c ku, aku kena tilang nih…”

  3. ga berasa trakhir aku baca postingan waktu ditilang, eh uda balik aja. emg kalau penonton mah enak wlwkwk.

    moga gada tilangan yang lain za, anyway salut uda ngurus semuanya sendirian terus di share disini, semoga pahalanya lancar buat skripsian :3

  4. Akhirnya.. SIM mu kembali.
    🙂
    Jadi inget tiap kali ada operasi di depan rumah kamu Za, tp kamu ga pegang SIM… sekarang aman ya bisa keluar kapan saja 😀

  5. Murah ya ternyata nggak semenakutkan yang aku bayangin dulu. Hohoho. Tapiii… kok lama banget ya itu satu bulan setelah kena tilang baru bayar. Terus selama sebulan gimana kalo mau jalan2? 😦

    • Iya di bayangan saya juga menakutkan 😦
      Ternyata mudah banget 🙂
      Memang lama, selama sebulan kalau ada operasi bisa ditunjukkan slipnya saja kak, polisi pasti memaklumi kok 🙂

  6. Asiik banget ya kak azizatoen, aku kira kalau di sidang itu macam sidang kasus kayak di film2, didakwa terus diketuk paluu, ternyata gini aja yaaa?

  7. Azizatul Riswa 😂😂😂
    Huuu cupu… Kayak Bang Ical dong. SIM nggak punya. Harusnya ikhlasin aja tuh SIM nya biar greget

    Kamu nggak ada perasaan takut gitu za slip birunya diperlakukan layaknya slip merah? Entar kalau tersinggung gimana slip birunya 😂 Yah, seenggaknya jadi tau kalau nyogok polisi itu nggak cuma salah. Dari segi finansial pun akan sangat merugikan

    • Ssstt jangan ketawa 😔
      Diikhlasin gimana 😂 sulit kalau mau nembak sim lagi di sini 😂
      Pertanyaan macam apa itu, absurd dan terlalu imajinatif seperti biasa 😑
      Yaktul tumben waras 😏

      • Gimana ya Atul, udah lama sih imajinatif kayak gini hmm
        Eh tapi bener lho. Ada rasa salah gitu nggak sih ambil slip biru tapi nggak dilakuin layaknya slip biru… Kok bisa santainya bilang “akhirnya saya berkeputusan tidak membayar denda…” 😂

  8. Ziza murah aku dong aku cuma empatpuluhribu tp ngelanggarnya marka sih hehe. Dan emang mending diurus langsung kejaksaan. Tp kalo dipikir dulu pas kena tilang aku sempet diminta sama polisinya bayar di tempat 50, dan kayaknya itu gapapa wong akhirnya bayarnya cuma selisih 10rb dan ongkos transpotnya juga huhu.

  9. Terima kasih, nambah pengetahuan nih. Banyak temen aku cerita kalo ditilang itu prosesnya ribet, ya transfer-transfer gitu lah. Terus ceritanya kan kemaren sempet ngelanggar rambu nih di Semarang, eh… yang seharusnya nilang malah nawarin damai, akunya awalnya ragu, terus disodori buku gitu kalo nggak damai bisa di tilang dengan denda 500 ribu, begonya langsung percaya gitu, oke damai, coba-coba minta nego kan ya soalnya mintanya 200 untuk 2 motor, mana bukan kantong pekerja lagi, terus coba dinego malah jadinya di bentak-bentak tapi akhirnya turun jadi 150 ribu. Hadeeeuuuh, minim pengetahuan gitu ya, berasa bego. Dengan adanya postingan ini seenggaknya jangan lagi bego lah ya… Kalo nggak mau trasfer2, udah tau mesti gimana. Makasih, info yang menarik 🙂

    • Wah sama-sama kak Ove, senang bisa memberikan informasi baru. Semoga lain waktu kalau ditilang (jangan sampai kena tilang sih sebetulnya hehe) bisa langsung minta slip merah atau slip biru aja. Karena sama-sama bisa langsung dibayar di Kejaksaan dan lebih murah ketimbang nyogok. Semangat kak! 🙂

    • Ini maksudnya 3 November ya? Hehehe. Iya kak, muncul di situsnya nanti tanggal 3 November di atas jam 9 pagi biasanya. Kadang suka nggak update situsnya, kalau nggak update bisa langsung ke Kejaksaan aja. Di sana nama kakak bisa dicari manual lewat kertas-kertas yang ditempel di papan. Semoga membantu 🙂

  10. mas, kemarin bapak saya juga ketilang di daerah ADA siliwangi. tadi pagi saya bayarkan etilang nya lewat atm BRI. yang jadi masalah, pas struk keluar, yang keluar justru transaksi orang lain (kemungkinan orang sebelum saya). Jadinya saya gk punya struk bukti pembayaran etilang. Kalo seperti ini bagaimana solusinya ya mas?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s